Berawal ketika anak ke 6 dari 6 bersaudara ini mengaji di dekat rumahnya di Kampung Sepan Jl Majalaya Desa Tegaluar Kecamatan Bojongsoang RT 04/RW 09 Kabupaten Bandung pergi mengaji pada Selasa (16/1/2010) lalu.
"Pas pulang tahu-tahu matanya merah pulang ngaji. Beberapa waktu sesudahnya megangin perut bilang sakit kayak diplintir-plintir," tutur sang ayah Adang (44) ketika ditemui wartawan di RSHS Senin (25/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adang pun hanya merawat buah hatinya di rumah. Sampai pada Kamis (21/1/2010) ada tetangganya yang memberitahu kalau anaknya telah dicekoki minuman keras. "Pas ngobrol-ngobrol ternyata tetangga bilang ada yang mencekoki miras pada anak saya dan 3 orang teman mengajinya," terang Adang.
Selidik punya selidik, ternyata pelaku pencekokan minuman adalah karyawan tukang galon isi ulang yang memang terkenal sering mabuk-mabukan. "Ada dua tukang galon yang melakukan pencekokan. Katanya iseng ngasih minum ke anak-anak yang lewat," imbuh Adang.
Karena tak kunjung membaik, Adang membawa putra bungsunya ke RSHS Jumat (22/1/2010) dengan mobil tukang galon dan langsung dioperasi. "Saya kurang hafal operasi apa. Yang jelas kata dokter keracunan. Hasil foto rontgennya pun ada bintik-bintik di lambungnya," ujarnya.
Pengobatan Fitriadi sendiri, menurut Adang menggunakan kartu Gakinda. "Pakai Gakinda, tapi katanya pemilik kios galon isi ulang akan membantu juga. Tapi sampai sekarang belum datang juga," tutur Adang kesal.
Lebih lanjut Adang mengaku tak terima anaknya itu dicekoki miras oleh pelaku. Ia pun berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
"Saya kesal karena anak saya dicekoki meski hanya seperempat gelas. Inginnya bisa diselesaikan kekeluargaan. Tapi kalau tidak ada respon
ya saya kesana (tukang galon-red) nagih janjinya," tuturnya.
(dip/tya)











































