Sebelas perempuan yang rata-rata single parent itu datang sekitar pukul 18.45 WIB, Selasa (19/1/2010). Mereka datang dengan menggunakan bus langsung dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
"Sehari-hari nampung air hujan untuk minum. Makan pakai garam," kata salah seorang korban trafficking (perdagangan manusia) Handayani (36), di Kantor PKK Provinsi Jawa Barat Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (19/1/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima korban sempat melarikan diri dan melapor kepada aparat kepolisian setempat. Setelah mendapat laporan tersebut, polisi langsung menuju penampungan yang terletak di Jalan Selat Madura, Pontianak.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan, meski para korban telah keluar dari penampungan dan menginjak kembali Jabar, mereka tidak dapat langsung dikembalikan ke daerah masing-masing.
Pemulangan, kata Netty, harus melalui beberapa tahapan dari mulai tes kesehatan sampai dengan kejiwaan. "Saya tidak ingin mereka diam satu-dua bulan dan jadi korban lagi," kata Netty. (ahy/tya)











































