Frustasi Tak Dapat Pekerjaan, Ade Nekat Tipu Pembuat SIM

Frustasi Tak Dapat Pekerjaan, Ade Nekat Tipu Pembuat SIM

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 30 Nov 2009 15:50 WIB
Bandung - Sudah 50 kali lebih mencari pekerjaan di Kota Bandung, tak ada satu pun yang nyangkut. Ade Priatna (27) pun menjadi frustasi. Untuk memenuhi kebutuhan hiduop sehari-harinya di Bandung, warga Jakarta Utara ini nekat menipu dengan modus pura-pura menjadi calo pembuat SIM di Mapolwiltabes Bandung.

Anggota Satuan Lalu Lintas Polwiltabes Bandung menangkap Ade pada tadi pagi, Senin (30/11/2009). Wakasatreskrim Polwiltabes Bandung Kompol Andree Ghama mengatakan sebelumnya menerima dua laporan dari korban yang mengaku ditipu oleh calo SIM. Lalu diselidiki, dan mendapatkan gerak gerik orang yang mencurigakan.

"Tersangka mengaku sudah 8 kali menipu dengan modus sanggup membuatkan SIM. Setiap beraksi, mereka mencari sasaran para pembuat SIM di Mapolwltabes," ujarnya ditemui di Mapolwiltabes Bandung, Jalan Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah korban terbujuk dan memberikan uang pada tersangka, lalu tersangka pura-pura mengurus SIM dan meminta korban menunggu. Tapi tersangka malah kabur.

"Tersangka dijerat pasal 378 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," katanya.

Kepada wartawan, Ade mengaku frustasi. Sejak Maret 2009 lalu dia merantau ke Bandung dan berusaha mencari pekerjaan. "Hampir tiap hari saya nyari kerja, ke pabrik lah. Ya sudah hampir 50 kali," ujar lulusan SMA ini.

Karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan, Ade akhirnya nekat menipu. Kepada korbannnya, Ade rata-rata menawarkan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. "Saya hanya meminta KTP dan uang yang harus dibayarkan. Setelah terima, saya kabur," ujarnya yang juga mengaku pernah membawa HP korbannya.

Sementara itu Wakasatreskrim meminta agar masyarakat hati-hati saat membuat SIM. "Jangan ambil jalan pintas, kan sudah ada resminya di kantor polisi," ujar Andree.

Biaya untuk membuat SIM baru Rp 75 ribu plus biaya kesehatan Rp 25 ribu. Sementara untuk perpanjangan Rp 65 ribu ditambah biaya kesehatan Rp 25 ribu. "Tapi bagi warga juga bisa memeriksakan kesehatan di luar dan membawa hasilnya," kata Andree.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini