Hal tersebut dikatakan Wahyudin (35), yang telah 12 tahun berjualan jas hujan di Jalan Malabar. Menurutnya, musim hujan yang sudah berlangsung sejak 3 minggu lalu, membuat penjualannya naik dibandingkan hari biasanya.
"Kalau di tempat saya, sehari bisa laku 30 hingga 40 potong. Kalau yang paling laris raincoat corak loreng sama ponco kalong," kata wahyudin saat ditemui di trotoar Jalan Malabar, Selasa (24/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga dikatakan Dede Lete (28), dalam sehari dia mengaku menjual sekitar 20 potong berbagai jenis jas hujan. Saat musim kemarau, imbuh Dede, jas hujannya hanya laku di bawah 10 potong.
"Tapi para pembeli kebanyakan memilih jenis ponco, kalau yang raincoat atau setelan kebanyakan membeli yang motif loreng," kata Dede.
Di kios Dede, harga jas hujan jenis ponco dijual seharga Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu. Sementara untuk raincoat, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 90 ribu. Dia berjualan mulai dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Jenis bahan jas hujan sendiri, kata Dede, yaitu bahan parasit biway. Tersedia dalam berbagai warna pilihan yakni biru. cokelat, merah, hitam. Semenara untuk raincoat, tersedia motif loreng, polos, dan variasi.
Di kiosnya, Dede juga menyediakan ponco anak-anak. "Selain ponco dewasa, ponco anak-anak pun laku saat musim hujan ini. Untuk ponco anak-anak harganya Rp 25 ribu hingga Rp 45 ribu," kata Dede yang mengaku sudah berjualan jas hujan selama 20 tahun.
(aar/ern)











































