"Saya sudah empat kali menerbangkannya di sini, tapi memang yang terakhir kemarin bikin heboh itu, cukup tinggi terbangnya, karena anginnya lagi bagus," tutur Icung saat berbincang dengan detikbandung, Senin (2/11/2009).
Icung mengaku pada saat hari yang 'menghebohkan' itu, dia menerbangkannya selepas maghrib di dekat rumah kakaknya di Komplek GBI Blok K5 No 07. "Itu sebenarnya layang-layang punya kakak saya, cuma saya yang menerbangkan," tutur Icung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan kenapa diterbangkan malam hari, menurut Icung karena layang-layang itu memang khusus untuk terbang malam hari. "Kan ada lampunya, yang bagus itu lampunya. Kalau siang-siang kan enggak terlihat lampunya," tuturnya.
Layang-layang itu punya lebar sekitar 1,5 hingga 2 meter dengan tinggi 1,2 meter. Bahan layang-layang terbuat dari kresek warna hitam dan merah. Di bagian bawahnya dipasangi lampu kecil yang menempel di bambu yang seolah menjadi kaki layang-layang.
Agar lampu-lampu kecil itu menyala, kata Icung, dipasangi baterai yang biasa dipakai untuk handphone. "Nah baterai ini awalnya dipasang di layang-layangnya, tapi terlalu berat, jadi akhirnya saya coba tempel di benangnya, dan ternyata berhasil," ungkap Icung.
Menurutnya, lampu-lampu itu sebenarnya membentuk sebuah huruf yaitu huruf P dan M. Jadi secara bergantian, huruf-huruf ini akan menyala. "Kakak saya kan kerja di Denpom, jadi ya tulisanya PM," ujarnya.
(ern/ern)










































