Menurut dr Boy Abidin SpOG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang berpraktik di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dinding di daerah mulut Ms V memang tidak pernah kering. Tapi perlu diwaspadai apakah kelembaban itu bersifat fisiologis atau patologis.
"Fisiologis merupakan kelembaban yang normal sedangkan kalau patologis karena berkembangnya bakteri dan jamur sehingga menimbulkan gatal, berbau atau panas dan perih," ujar Boy dalam workshop yang digelar Koteks dan Majalah Fit di Hotel Padma, Jalan Rancabentang Ciumbuleuit ini, Sabtu (24/10/2009) lalu.
Ada beberapa prosedur ringan yang bisa dilakukan untuk menjaga Ms V tetap bersih dan segar. Antara lain, papar Boy, tentunya harus mencuci Ms V dengan air bersih. Ketika cebok pun pastikan air mengalir dari depan ke belakang bukan dari sebaliknya.
"Kalau dari belakang ke depan nanti kotoran dari anus bisa mampir," ujarnya.
Untuk mengeringkan sehabis cebok, dianjurkan pakai lap kering atau tissue toilet. Tapi jangan menggunakan tissue muka yang teksturnya lebih halus, sehingga nantinya malah akan lebih cepat bubuk dan tissue menempel pada Ms V.
Pakai celana dalam berbahan katun yang bisa menyerap keringat. Selain itu, Boy juga menganjurkan untuk para wanita agar tidak keseringan memakai celana ketat yang kini memang sedang tren. Celana ketat akan membuat daerah Ms V lebih cepat lembab sehingga kemungkinan terkena bakteri dan jamur akan lebih cepat.
Bagi yang memiliki bobot berlebih, tambah Boy, harus lebih extra dalam menjaga kelembaban Ms V. Karena faktor lemak yang lebih banyak membuat Ms V lebih cepat lembab.
"Lipatan paha lebih tebal sehingga lebih cepat lembab," tutur Boy.
Penggunaan pantyliner pun bisa jadi salah satu alternatif untuk menjaga kelembaban tapi dengan pemakain teratur. Jika menggunakan sabun pembersih harus yang memiliki Ph balance antara 3,5-5,5. "Jangan pakai sabun biasa karena tingkat keasaman di atas 7," jelas Boy.
Boy menyarankan kaum perempuan sudah mulai menjaga kebersihan organ intim sejak menstruasi pertama. "Jangan karena mau menikah atau dikomplain pasangan saja," kelakar Boy. (ema/ern)











































