Dituturkan Suprianto, sekitar pukul 12.50 sebelum Zaenal akhirnya jatuh dirinya melihat korban sedang menjebol ventilator di lantai 7.
"Saya heran pas lihat ke atas, kenapa ventilatornya tidak ada satu. Tahu-tahu sudah jebol. Saya lalu melihat korban naik ke ventilator, jongkok beberapa saat, berdiri terus loncat," ujarnya.
Masih menurut Suprianto, sebelum menyentuh tanah tubuh korban sempat menghantam genteng. "Sebelum jatuh sampai bawah, tubuhnya sempat menghantam genteng di lantai lima dulu," sambungnya.
Dirinya menambahkan, sebelum memutuskan untuk meloncat, korban terlihat ragu-ragu. Menunggu beberapa saat sebelum meloncat. Setelah itu kemudian dirinya melihat tubuh korban telah mendarat di trotoar depan Pasar Baru.
Korban pun tewas seketika dengan luka parah dibagian kepalanya. Sebagian tubuhnya pun masuk ke kolong mobil kolong mobil Kijang Krista AB 1808 EZ yang diparkir di depan Pasar Baru tersebut. (tya/tya)











































