Sejak dipamerkan Selasa pekan lalu (29/9/2009), fosil gajah purba Elephas SP mampu menyedot animo pengunjung. Tercatat, setiap harinya seribu lebih pengunjung memadati Museum Geologi Bandung, Jalan Diponegoro. Padahal biasanya, per hari hanya 500 hingga 750 pengunjung.
Kepala Museum Geologi Yunus Kusumabrata mengatakan meski fosil gajah yang dipasang baru 25 persennya, namun kini menjadi primadona para pengunjung dibandingkan koleksi museum Geologi lainnya.
"Kami padahal baru sosialisasi sebatas mulut ke mulut saja," ujar Yunus saat ditemui wartawan di Museum Geologi, Senin (5/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya menyedot animo masyarakat umum, keberadaan fosil yang diperkirakan berusia 800 hingga 500 ribu tahun lalu itu, juga menarik perhatian dari kalangan peneliti dalam maupun luar negeri.
"Minggu lalu dari Universitas Leiden Belanda datang. Trus rencananya nanti tanggal 15 Oktober dari Universitas Hokaido Jepang juga akan datang. Kalau yang dari dalam negeri, peneliti dari ITB dan Unpad juga sudah datang," tutur Yunus.
Fosil Elephas SP ini baru ditemukan April lalu dan baru seperempat bagian saja. Sementara bagian-bagian lain masih dalam proses pengumpulan di Dusun Sunggun, Desa Medalem Kecamatan Keradenan Blora.
Fosil dengan tinggi sekitar 4 meter dengan panjang 5 meter dan dengan berat asli 10 kilogram ini adalah fosil gajah purba ketiga di Museum Geologi Bandung. (ern/ern)











































