Kepala Taman Lalu Lintas Asep Zulkifli memastikan bahwa seluruh wahana permainan di Taman Lalu Lintas aman digunakan. Prosedur mereka yakni pada H-1 Lebaran seluruhnya diperiksa.
"Justru yang terjadi, ketika Lebaran usai dan taman ditutup, ada saja satu atau dua wahana yang rusak karena pemakaiannya yang berlebihan. Namun kerusakan tidak serius seperti copotnya rantai atau sambungan, tidak sampai menyebabkan kecelakaan yang berarti," ujarnya saat ditemui detikbandung, Senin (21/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian Asep menghimbau agar orangtua selalu mengawasi anak-anaknya. "Hingga siang inii ada 6 laporan anak hilang. Memang si anak tidak akan kemana-mana, karena ini satu pintu. Tetapi sebaiknya orangtua mengawasi," himbaunya. Dituturkan Asep, ketika ada anak menangis merasa kehilangan orangtuanya, ternyata kemudian diketahui orang tuanya sedang tiduran atau makan.
Hal lain yang masih menjadi perhatian pengelola adalah persoalan sampah. Meski terdapat beberapa tempat sampah, namun pantauan detikbandung, tetap saja sampah berserakan di berbagai sudut.
Terkait adanya calo di luar Taman lalu lintas, Asep tidak menampiknya. Namun pihaknya menyatakan tidak akan melakukan tindakan karena menurut mereka hal tersebut tidak merugikan pihak taman lalu lintas.
"Mereka sebenarnya tidak merugikan karena mereka beli dari loket. Saya tidak tahu jumlahnya berapa, tetapi biasanya ada kalau ramai seperti lebaran ini. Sebenarnya mereka hanya mempermudah pengunjung yang malas antre, dan bedanya tidak jauh," ujar Asep. Namun taman lalu-lintas mengimbau agar pengunjung membeli tiket di loket yang disediakan.
Ketika ditanya apakah mungkin terjadi "permainan" orang dalam yang akan menjual tiket lebih murah kepada calo, Asep menampiknya. "Setiap tiket yang keluar harus dibayar. Kalau tidak, penjual tiketnya yang ganti."
Salah seorang pengunjung Tina, mengaku datang ke Taman lalu Lintaas karena dekat dengan rumahnya di daerah Suci. Namun demikian ini adalah pertama kali ia membawa kedua anaknya ke Taman Lalu lintas. "Biasanya kita ke kebun binatang," ujarnya.
Menurut Tina, di taman lalulintas terdapat berbagai permainan sekaligus bisa mengajarkan tentang lalulintas. Kenyataannya, Alif (4) anaknya, mengaku senang. "Senang, tadi sudah berenang, naik kereta sama main sepeda," ujarnya imut. (lom/lom)










































