Pantauan detikbandung, Selasa (8/9/2009) barang-barang yang diduga dipalsukan seperti ikat pinggang, jaket, topi tidak lagi terlihat di pajangan FO tersebut.
Menurut salah seorang SPG produk jaket merek HD sudah lama ditarik. Namun dirinya mengaku tidak tahu alasan penarikan dan sejak kapan penarikan dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut SPG lainnya yang menjaga konter ikat pinggang dan topi, sebelumnya merek HD memang dijual di FO itu, namun sejak seminggu lalu kiriman barang sudah tidak ada.
"Kirimannya mungkin telat tapi saya juga nggak bisa mastiin kapan barangnya akan datang lagi," tutur SPG tersebut. Sedangkan kalau topi dikirim sebanyak 1-2 buah.
Menurutnya, ikat pinggang merek HD di banderol Rp 158 ribu dan di antara ikat pinggang merek lain, produk HD paling laris.
Selain ikat pinggang, produk HD yang sempat dijual juga termasuk t'shirt, polo shirt namun tidak ada sepatu atau ransel.
"Kalau polo shirt masih ada, sekarang mendekati lebaran banyaknya baju-baju seperti ini," ujarnya menunjuk deretan kemeja yang menggantung.
Sementara itu detikbandung belum berhasil meminta keterangan dari humas FO tersebut.
Sebelumnya, empat pemilik toko dan dua pemilik factory outlet (FO) di Kota Bandung harus berurusan dengan polisi. Mereka menjadi tersangka pemalsuan merek dagang Harley Davidson (HD). Toko dan FO tersebut antara lain Toko J, Toko L, Toko W, Toko BC, FO H dan FO S.
(ema/ern)










































