Para petugas BBPOM memeriksa produk-produk kemasan yang berpotensi akan dijadikan bahan atau barang-barang yang dimasukan ke dalam parcel seperti biskuit kalengan, sirup, snack, cokelat dan permen.
Saat operasi, pengunjung pasar swalayan sempat dihebohkan dengan banyaknya kamera wartawan. Bahkan seorang pengunjung sempat bertanya, 'Ada artis ya', dan mengira petugas BPPOM adalah artis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pengunjung Reni (41) mengaku tidak merasa terganggu dengan adanya kegiatan tersebut. Dirinya mengaku hanya penasaran sebelum akhirnya mengetahui sedang ada operasi produk makanan.
Petugas BBPOM Magdalena F Brahmana menyatakan, sama halnya dengan operasi distributor parcel, operasi ini untuk melindungi masyarakat dari produk yang kadaluarsa. "Karena biasanya masyarakat membeli produk untuk dijadikan parcel di swalayan," ujarnya.
Dalam razia kali ini, petugas BBPOM tidak menemukan adanya produk yang dinilai melanggar aturan.
Supervisor Yogya Swalayan Eko Aprianto mengatakan dirinya memastikan produk-produk di Yogya karena sudah mengalami quality kontrol.
Hanya saja, Eko mengaku ada sedikit kendala untuk mengecek produk yang disimpan di lemari pendingin seperti bakso, nungget, atau yoghurt. Suhu yang dingin terkadang membuat labelnya terlepas atau terhapus sehingga pengecekan di lemari pendingin perlu mendapatkan perhatian ekstra. (ema/ern)











































