Menurut Koordinator Aksi Setiani Hafsah, ini merupakan bentuk protes terhadap kejadian-kejadian yang menjadikan perempuan sebagai korbannya.
"Kejadian yang berhubungan dengan perempuan, contohnya TKW, PSK, miss universe, pokoknya semua kejadian yang melibatkan perempuan," kata Tina, panggilan akrab Setiani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga menyayangkan banyaknya tayangan televisi yang tidak mendidik dan masyarakat yang begitu apresiatif terhadap ajang Miss Universe. Sekaligus menentang eksploitasi wanita baik di media cetak, elektronik maupun kontes kecantikan.
"Tayangan televisi masih mengesampingkan norma kesopanan dan kesusilaan. Ketika Indonesia dapat medali perak dan perunggu dalam Olimpiade matematika internasional Juli lalu kurang mendapat apresiasi masyarakat, tapi saat Indonesia ikut dalam ajang Miss Universe masyarakat begitu apresiatif," ujarnya.
Tina menyatakan pihaknya mengimbau pemerintah agar segera menyelesaikan permasalahan moral bangsa, bertanggung jawab dalam membentuk karakter wanita yang mandiri cerdas dan beradab, dan mengimbau masyarakat bandung agar memanfaatkan bulan Ramadan sebagai sarana perbaikan diri dan sosial.
(ema/ern)










































