Bambang Suryana (37) yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap istrinya Meri (20), masih terbaring di bangsal Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS Bandung. Dua polisi berseragam dari Polsek Padalarang tampak berjaga-jaga di sekitar IGD.
Polisi yang disiagakan itu sengaja memantau Bambang tiap setengah jam sekali. Hal ini untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan. Sebab, dikababarkan Bambang suka berontak kalau kondisinya siuman.
"Ya, paling kita jaga-jaga saja. Tiap 30 menit kita gantian kontrol ke ruang IGD. Sebab, kata dokter, kalau dia (Bambang, red) siuman suka berontak," jelas polisi yang tidak ingin disebut namanya kepada detikbandung, Rabu (12/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih tunggu keluarganya. Saat ini belum ada kabar dari pihak keluarganya, apakah pasien akan dipulangkan atau dipindahkan ke ruang lainnya," jelas salah seorang petugas IGD.
Bambang tega menghabisi nyawa sang istri, Meri, dengan cara menggorok lehernya hingga nyaris putus. Untuk menghilangkan jejak, Bambang pun menyayat leher sendiri.
Pembunuhan tersebut terjadi di kawasan Kampung Keusik Hideung, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (11/8/2009) pukul 22.30 WIB. Menurut polisi, kejadian berlangsung di sebuah kebun singkong yang tak jauh dari rumah korban.
(bbp/lom)










































