"Kedua pasien memang ditidurkan agar pernapasannya dapat seirama dengan ventilator. Kalau tidak begitu pasien biar gelisah atau bahkan memberontak. Karena pasien tidak boleh melawan mesin ventilatornya," ujar dr Primal Sudjana, Anggota Tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS kepada wartawan, Senin (10/8/2009).
Dikatakan Primal, kedua pasien tersebut harus menggunakan ventilator karena kondisi pernapasan yang belum stabil disertai radang paru-paru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Primal tidak dapat memastikan hingga kapan kedua pasien tersebut akan menggunakan ventilator. "Itu tidak bisa diprediksi, sampai nafasnya membaik baru bisa kita lepas," tutur Primal.
Lebih lanjut Primal mengatakan ada resiko yang bisa saja terjadi saat pasien ditidurkan. "Namanya juga dibantu mesin pasti ada resiko, tapi kalau memang
harus dipasangkan ventilator, ya bagaimana lagi," sambungnya.
Selama menggunakan ventilator, selama itu pula pasien akan dibuat tidur dengan menggunakan obat tidur yang diberikan melalui suntikan.
"Kalau anastesi dari obat tidur itu sudah habis, pasien juga akan sadar," tambah Primal.
Untuk asupan makanan dalam tubuh pasien selama tidur, dipakaikan sonde, untuk buang air kecil menggunakan kateter (alat penampung air kencing-red) dan pampers untuk tinjanya.
Diberitakan sebelumnya, M (21) masuk pada Kamis (6/8/2009) lalu dan sudah menggunakan ventilator sejak Jumat (7/8/2009) malam. Sementara S (4) langsung menggunakan ventilator sejak pertama masuk Sabtu (8/8/2009) malam. (tya/ema)











































