Kepala Bengkel Tunas Daihatsu Apung Purwadi menuturkan ancaman terjadi pada pukul 13.15 WIB. "Ancaman melalui telepon yang diterima counter Tunas Daihatsu, bom akan meledak dua jam ke depan," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Apung, suara si peneror adalah laki-laki. "Suaranya tenang dan dia langsung menyampaikan dengan tenang maksudnya kepada kita," ujarnya. Menerima ancaman itu, dia langsung menelepon polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat tim gegana datang, menurut Apung, konsumen di bengkel cukup ramai. Mereka terlihat panik. "Kita berhasil tenangkan dan bilang ini lagi simulasi," ujarnya.
Sementara itu Kepala kepala cabang Tunas Daihatsu Ridwan Setiawan menyatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Menurut informasi polisi, kata dia, mereka tengah menyelidiki siapa penelepon misterius tersebut. (ern/ern)










































