"XTC sudah lebih dari 20 tahun berdiri dan bukan sebagai gengster seperti yang diberitakan media massa tapi perhimpunan motor," kata Ahmad kepada wartawan di ruang kerjanya, di Jalan Wastukancana, Jumat (19/6/2009).
Selain itu, Ahmad menambahkan, XTC yang terbentuk pada tahun 1982 merupakan salah satu pendiri dibentuknya IMI Bandung dan Jabar pada tahun 1991. "Bisa dibilang punya predikat baik lah, bisa dicek sendiri di dokumen IMI," kata Ahmad yang didampingi senior XTC angkatan pertama dan angkatan ketiga dan juga pucuk pimpinan organisasi XTC saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat sama, salah seorang pembina XTC yang mengaku sebagai angkatan pertama XTC Agi Lukas menambahkan, pihaknya menyesali kejadian yang menelan korban. Dirinya menyanggah jika pihaknya menyerang terlebih dulu yang berujung pada pengeroyokan tersebut.
"Bisa dibilang mereka balas dendam, dan setahu saya bukan XTC yang terlebih dulu diganggu, reaksi spontan," tambah Agi. "Controllingnya makin sulit," sambungnya.
Kuasa hukum XTC mengaku saat ini pihaknya baru akan memberikan pendampingan perlindungan hukum kepada salah seorang anggota XTC atas nama Agus yang sekarang ditahan polisi.
"Kita akan cari tahu tersangka lainnya, apakah betul anggota XTC atau bukan," kata Ahmad.
Sebelumnya, Polwiltabes Bandung pada Sabtu (13/6/2009) menangkap 9 orang anggota geng motor yang disebut anggota XTC, mereka diduga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban MR (17), di Jalan Terusan Cibodas Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Sabtu (23/5/2009). Pada hari Rabu (17/6/2009), polisi kembali menangkap 6 anggota XTC di tangkap atas perbuatan serupa kepada tiga remaja di Jalan AH Nasution pada Minggu (31/5/2009).
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/lom)











































