Salah satu contoh adalah siswa SMP kelas 1 BPI 1 Muhammad Cacda Wiguna, saat ditemui detikbandung di halaman parkir BPI, Kamis (18/6/2009). Dirinya menggunakan motor dengan alasan takut terlambat untuk mencapai sekolah pagi meski rumahnya terbilang dekat. "Kalau naek angkot suka telat, mahal lagi. Mending naek motor," kata Cacda yang beralamat di bilangan Buah Batu.
Diakuinya, pihak sekolah tidak melarang dirinya untuk membawa motor walaupun izin menggunakan kendaraan belum dipegangnya. "Nekat aja. Ya kalau pergi biasanya lewat jalan tikus ke gang-gang," kata Cacda yang mengaku baru berusia 15 tahun, seraya menambahkan tanggungan kecelakaan motor tidak terkait dengan sekolah. Pun dengan orang tuanya, Cacda mengatakan kedua orangtuanya tidak keberatan dirinya menggunakan motor ke sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Agil dan Cacda, siswi kelas 1 SMU BPI 2, Meira Nisa, mengaku selain untuk menunjang kegiatan sekolah juga untuk media dirinya bergaul dengan rekan
sekolahnya. "Pulang sekolah kan bisa nongkrong dulu dengan temen-temen," katanya, seraya menunjukan surat izin berkendaraannya.
Gadis 16 tahun ini mengatakan, dirinya belum terlalu lama memperoleh surat izin mengemudi. Selain itu, orangtuanya merestui jika dirinya menggunakan motor untuk
ke sekolah. "Baru bulan kemarin saja waktu ulang tahun," ucapnya.
(ahy/tya)










































