"Oh dipindah? Saya baru tahu dipindah dari kalian (wartawan-red). Ya mungkin polisi ada pertimbangan lain. Ini kan acara untuk masyarakat, jadi ya jangan merugikan masyarakat," ujarnya saat ditanya soal kepindahan lokasi car free day Balad Kuring usai peresmian bengkel uji emisi di Jalan Gatot Subroto, Jumat (29/5/2009).
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dishub Bandung Timbul Butarbutar menyatakan dipindahkannya lokasi car free day pada Sabtu (30/5/2009), karena polisi mempunyai pertimbangan khusus. "Di sana kan ada rumah sakit, jadi takut pas ada orang sakit, takut ribet lewat jalan Dago. Acara ini kan untuk masyarakat, jadi jangan sampai merugikan warga dan merusak pelayanan," ujar Timbul.
Car free day di Jalan Dago akhirnya dipindah ke Jalan Diponegoro. Hal itu baru diputuskan kemarin. Panitia mengaku cukup kebingungan, karena mereka sudah lama menginformasikan car free day di Jalan Dago dengan penempelan spanduk di beberapa titik Kota Bandung dan juga jalan tol.
Untuk car free day di Jalan Diponegoro, nantinya akan dibagi tujuh zonasi, diimulai dari Rumah Makan Sate Shinta atau depan Pusdai hingga depan Gedung Sate yang jaraknya kurang lebih sekitar 500 meter.
Tujuh zonasi itu adalah zona 3R kertas, 3R organik, 3R anorganik, gaya hidup konsumen hijau, serta ada zona partisipasi masyarakat umum, dan zona support bagi pihak-pihak yang sudah mensupport acara Balad Kuring ini.
Sebanyak 70 relawan disiapkan untuk membantu mendampingi anak-anak SD dan SMP untuk mengunjungi stand-stand edukasi di area car free day.
Rencananya, Wali Kota Bandung, asisten teritorial polisi, kepala dinas dan beberapa staf kementrian lingkungan hidup akan berkumpul di rumah dinas Wakil Gubernur Dede Yusuf, dan secara beriringan mereka akan menuju Gedung Sate dengan mengendarai sepeda. (ern/ern)











































