Menurut salah seorang aktivis yang hari ini dimintai keterangan oleh Polwiltabes Adi Martono, pihak MPRI mengatakan MPRI awalnya akan membuat Kongres Rakyat namun tidak jadi, karena tidak adanya izin dari kepolisian.
"Rencananya kami mengadakan Kongres Rakyat, dalam kongres rakyat tersebut menampung segala aspirasi, yang salah satunya membicarakan golput," ujar Adi yang ditemui di Mapolwiltabes Bandung sebelum diperiksa, Senin (18/5/2009). Menurut Adi, Golput merupakan aspirasi rakyat yang juga harus ditampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kemudian Sri Bintang Pamungkas mengadakan Kongres Golput, Adi menilai itu merupakan inisiatif dari Sri Bintang sendiri. "Ini diluar skenario kami," ujar Adi. Bagi MPRI, kongres yang dilakukan Sri Bintang dinilai gagal. "Bagi kami kongres yang dilakukan Mas Bintang gagal," kata Adi.
Menurut Adi, Kongres Rakyat yang semula akan dilakukan oleh MPRI adalah untuk membicarakan persepsi perjuangan yang berdasarkan UU 45 dan Pancasila.
Sementara itu, salah seorang aktivis lainnya, Parlin mengatakan dengan adanya kejadian ini justru secara tidak langsung memperlihatkan polisi mengizinkan Kongres Golput. "Dengan kejadian kemarin, ini secara tidak langsung polisi mengizinkan Kongres Golput ketimbang kongres rakyat," protes Parlin.
Berdasarkan pantauan detibandung, tiga orangan aktivis MPRI dipanggil oleh Intel Mapolwiltabes Bandung untuk dimintai keterangan terkait diadakannya Kongres Nasional Golput, kemarin (17/5/2009). Mereka datang ke Mapolwiltabes Bandung sekitar pukul 11.15 WIB.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ern)











































