Beberapa narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengaku pernah memakai obat jenis dumolin dan kamlet. Mereka mendapatkannya dengan terlebih dulu mengambil resep dari dokter kejiwaan.   Â
"Kalo dumolin mah yang saya rasain bawaannya tenang dan santai. Kalo kamlet mah edun pisan euy (gila banget-red). Kalo mau cobain satu dulu ajah, soalnya pernah kejadian teman saya makan sekaligus dua, akhirnya dia lupa ingatan sampai dua hari" ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Dia menambahakan, untuk mendapatkan obat tersebut harus datang ke dokter kejiwaan. Caranya dengan meminta resep dokter yang harga satu resep Rp 20 ribu.
"Kalo saya mah dapet dari temen yang sempat konsul ke dokter kejiwaan. Alasannya bisa macam-macam misalnya stres berat lalu dokter kasih resep dumolin sama kamlet yang bisa ditukar di apotek," ujarnnya.
Transaksi resep itu juga bisa melalui resepsionis klinik. "Calonya adalah resepsionis klinik. Beli lewat resepsionis bisa lebih mahal antara Rp 30-35 ribu," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, peredaran obat-obatan yang punya efek candu ini beredar bebas. Misal, obat destro yang memiliki efek candu yang sama dengan dumolin dan kamlet. Obat tersebut bisa membuat candu yang berujung kematian. Misal, laki-laki bernama Komar bin Iyan (17), warga Kampung Puncak Asih Rt 02/11, Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, tewas setelah menenggak 60 butir obat destro, Kamis (2/4/2009)
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(rks/lom)











































