Rofi Kini Pelupa dan Gampang Capek

Korban Sekolah Ambruk Setahun Lalu

Rofi Kini Pelupa dan Gampang Capek

- detikNews
Jumat, 03 Apr 2009 13:28 WIB
Rofi Kini Pelupa dan Gampang Capek
Bandung - Keriangan tiba-tiba tercerabut dari Rofi Rahmadian. Siang, 27 Maret 2008 silam mengubah seluruh hidup bocah sembilan tahun itu. Sepakbola yang dia gandrungi, tak bisa lagi dinikmati secara utuh. Anak yang rajin mengerjakan PR ini pun, kini kerap lupa.

"Dulu nggak pernah lupa kalau ada PR, tapi sekarang malah sering diingetin kalau ada PR. Kerjain dulu mumpung belum lupa," cerita ibunda Rofi, Yani Royani, ketika ditemui wartawan di kediamannya di Kampung Babakan Sawah RT 7 RW 3, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung, Jumat (3/4/2009).

Bukan itu saja, meski kini Rofi masih bisa bersekolah dan bermain, namun anak pasangan Yani dan Tumijan itu yang biasa riang bermain bola, pasca kejadian tersebut tidak bisa lagi menikmati permainan bola secara penuh. "Sekarang gampang capek, nggak kaya dulu," ujar Yani lirih.

Tumijan mengaku tak menyangka luka yang diderita anaknya akibat ambruknya atap sekolah cukup parah. Dia mengaku kaget ketika anaknya harus menjalani operasi bedah.

"Nggak nyangka seberat itu, malah kita nyangkanya temannya yang satu lagi yang parah," kata sang ayah yang sehari-hari berjualan manisan keliling kepada wartawan.

Dari keterangan dokter Rumah Sakit Rajawali, kata Tumijan, tulang tengkorak belakang kepala Rofi sudah tidak ada. "Dia sering mengeluh pusing," katanya.

Kejadian rubuhnya SD Pasundan 3 sebanyak 22 siswa yang tengah mengikuti pelajaran dilarikan ke rumah sakit akibat tertimpa atap bangunan. Dua siswa, Asti dan Rofi, harus menjalani perawatan intensif akibat gegar otak di kepalanya.

"Keluarga berharap ada perhatian untuk jaminan kesehatan dan pendidikan saja," kata Yani.
(ahy/ern)


Berita Terkait