"Kami tidak tahu kenapa gubernur tidak mau bertemu dengan kita," ujar Chep Hernawan, Ketua Gerakan Reformasi Islam (Garis) Pusat usai melakukan audiensi dengan bagian keagamaan Pemprov.
Menurut Chep, kedatangan massa ke gedung sate bukanlah hal yang mendadak karena pihaknya telah mengirim surat kepada gubernur sejak jauh hari. "Saya kirim surat sampai 7 kali tapi tidak ada tanggapan apa-apa dari gubernur," ujar Chep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena tidak bisa ditemui hari ini maka Chep pun mengancam akan menginap di depan gedung sate. "Akan kami tunggu sampai Ahmad Heryawan datang sambil wirid," kata Chep.
Tak berapa lama salah seorang staff pun datang dan menyatakan akan mengaturkan waktu agar dapat bertemu dengan gubernur. "Hari ini gubernur tidak ada, besok libur, jum'at ada rapat MTQ, jadi mungkin bisa minggu depan," jelas salah seorang staff protokol kepada massa di depan halaman gedung sate.
Namun keterangan dari staff bagian protokol ini tidak membuat massa tenang. "Bohong, kami tidak percaya," ucap demonstran.
Akhirnya setelah buntu dalam perundingan, Garis menyetujui bahwa akan ada pertemuan pada selasa minggu depan. "Jika Gubernur ingkar janji lihat saja, kami akan bawa massa lebih banyak dan akan kami turunkan ahmad heryawan," ujar Chep.
Setelah itu massa membubarkan diri dengan melakukan long march ke Pusdai untuk melakukan sholat dzuhur.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/rks)










































