Para pendonor sebelumnya dikelompokkan melalui kartu donor berdasarkan wilayah tertentu sehingga harus mendaftar ulang bila ingin menyumbangkan darah di luar wilayah kartunya. Dengan Sidora, kini pendonor akan mendapatkan nomor identitas unik yang berlaku secara nasional.
"Tak ada lagi batasan. Sistem ini menerobos batasan tersebut," kata Ketua Umum DPP Sekar Telkom Wartono Purwanto usai kegiatan donor darah serentak di seluruh Indonesia dalam rangka ulang tahun Sekar ke-9 di Gedung Telkom, Jalan Japati No 1, Selasa (3/3/2009). Sekitar 9 ribu orang melakukan donor darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, sistem ini mengacu pada standar operasi prosedur kegiatan donor darah yang dilakukan oleh PMI Bandung. Baik dari segi proses ataupun form isian yang dipergunakan oleh PMI Bandung juga diterapkan di PMI Indonesia.
"Jadi nanti akan muncul angka unik yang hanya dimiliki oleh orang tertentu. Misal nomer 5 di Bandung akan berbeda dengan nomer 5 di Surabaya. Namun saat ini kita tidak mengeluarkan kartu donor darah tersebut, itu jatah PMI untukn mengeluarkan kartu. Tapi secara sistem nomerisasi sudah ada dan siap diberlakukan. Tinggal tunggu saja," katanya menjelaskan.
Di tempat yang sama Kepala Unit Transfusi Darah PMI Cabang Bandung Chairul Amri mengatakan sistem ini menguntungkan untuk mengatasi daerah terisolasi. Jadi di daerah mana pun, akan mudah mendapatkan stock darah, terutama darah yang langka.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PMI Mar'ie Muhammad mengaku sangat terbantu dengan adanya Sidora. Menurutnya dengan adanya Sidora akan lebih memantau kondisi stok darah dan kebutuhan darah.
Disinggung mengenai pemberlakuan id unik untuk pendonor darah, mantan Menteri Keuangan jaman Orde Baru itu mengatakan akan difollow up dan secepatnya akan diberlakukan.
"Kita akan follow up itu. Pokoknya secepatnya lah," katanya singkat.
(ern/ern)











































