Racikan Jamur Kayu untuk Menurunkan Kolesterol

Racikan Jamur Kayu untuk Menurunkan Kolesterol

- detikNews
Selasa, 03 Mar 2009 11:21 WIB
Racikan Jamur Kayu untuk Menurunkan Kolesterol
Bandung - Laetiforus atau jamur kayu ternyata memiliki khasiat untuk menurunkan kolesterol. Melihat hal itu, mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB kelompok keilmuan Mikrobiologi, Gentika, dan Biologi Molekuler meracik jamur kayu menjadi bahan siap pakai yang langsung bisa dikonsumsi dalam bentuk kapsul maupun serbuk untuk diseduh.

Ditemui di pameran open house ITB beberapa waktu lalu, Tatang Nugraha (23) yang sudah menjadi alumni ini, menerangkan kalau penelitian tersebut berawal dari tugas akhir seorang mahasiswa pada tahun 2003. Tugas akhir tersebut akhirnya menjadi tugas bersama yang dikembangkan oleh mahasiswa lainnya sampai sekarang.

Menurut Tatang cukup memakan waktu untuk membuat jamur tersebut menjadi produk jadi. Pihak SITH di bawah bimbingan dosen I Nyoman P.A awalnya ingin meyakinkan pihak Kimia Farma bahwa jamur kayu memiliki kandungan anti koloesterol. Kemudian diteliti LIPI, yang hasilnya memang jamur kayu mengandung anti kolesterol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biaya penelitian, menurut Tatang berasal dari pemerintah melalui Program Hibah Kompetensi. Jamur kayu didapatkan melalui pembudidayaan jamur di SITH. Tatang menuturkan awalnya dibuat dulu medium yang disebut Medium Potato Dextrose (MPD) berupa campuran kentang, agar-agar, glukosa atau dextrose.

Setelah satu minggu, simpan potongan kecil miselium jamur atau kumpulan dari spora jamur ke dalam medium tersebut. Setelah hari ke 25 miselium jamur dipindahkan ke medium lain untuk diekstraksi. Jamur dalam MPD dibagi ke dalam 15 toples berisi serbuk gergaji dan gula pasir. Esktraksi jamur menghasilkan larutan lopastatin yang merupakan zat anti kolesterol.

Baru pada tahun 2009 ini, ungkap Tatang, jamur tersebut diproduksi secara industri dalam bentuk kapsul dan serbuk. Rencananya memang akan produksi massal, tapi saat ini masih melalui jalur-jalur prosedural untuk mendapatkan izinnya.

Tatang sendiri belum memastikan apakah kelak produk jamur tersebut akan dijual secara komersil kepada masyarakat atau tidak. (ema/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini