"Kata dokter saya kena infeksi sekunder, hanya kecapaian dan dehidrasi saja. Kalau bengkak-bengkak di badan karena saya jatuh pada saat diklatsar. Lagipula saya kan jarang olahraga, jadi sekalinya ikutan kegiatan, ya jadi seperti ini," tuturnya yang ditemui di Ruangan Gelatik Kamar 3, RS Salamun, Ciumbuleuit, Jumat (27/2/2009). Kondisi Alfia masih terlihat lemah. Slang infus masih ada di tangannya.
Alfia membantah mendapatkan kekerasan dari seniornya. Menurut dia meskipun ada latihan fisik dan kegiatan yang ekstrem, itu dilakukan agar para anggota baru siap menghadapi keadaan yang lebih keras dalam kehidupan. "Kami diajari oleh alam, bukan oleh senior," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya di mana kegiatan Diklatsar dilakukan, Alfia mengaku tidak mengetahui persis. Sebab, tempatnya seringkali berpindah-pindah sesuai dengan materi.
"Kalau materinya caving, ya lokasinya yang ada guanya. Trus kalau hutan dan gunung, ya lokasinya di Ciwidey. Yang saya tahu Ciwidey dan Situ Patengang," tuturnya.
(ern/ern)










































