Peristiwa pencurian itu baru diketahui pemiliknya sekitar pukul 09.00 WIB. "Saya terkejut, saat datang pintu rolling door terbuka sedikit. Padahal, sebelumnya digembok," jelas pemilik warnet, Alamsyah (33), saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Senin (16/2/2009).
Menurut Alamsyah, para pelaku beraksi antara pukul 02.00 WIB. Sebelum masuk, pelaku terlebih dahulu merusak gembok yang terpasang di rolling door. Bahkan, pelaku pun sempat memadamkan lampu neon yang berada di depan warnet.
"Tukang nasi goreng di seberang warnet biasa tutup pukul 01.00 WIB. Saat itu tidak melihat adanya pencurian. Sementara di depan warnet ini, biasa dipakai berjualan tukang sayur pukul 03.00 WIB. Sama juga, tidak melihat apa-apa. Jadi, diperkirakan pada pukul 02.00 WIB, pencurinya beraksi," ujarnya.
Pelaku menggasak 5 CPU dengan cara memutuskan kabel dengan menggunakan gunting yang tersimpan di warnet tersebut. Selain itu, pencuri menggondol 1 unit monitor dan 1 unit modem. Mengetahui telah terjadi pencurian di tempat usahanya itu, Alamsyah pun segera melapor ke kantor Polsek Cibeunying Kidul. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Alamsyah menambahkan, ketika kejadian pencurian berlangsung, warnet tidak dijaga karyawannya. Padahal, malam-malam biasanya selalu ada dua orang yang menjaga. Bisnis yang dilakoni sejak empat tahun lalu ini, baru kali pertama disatroni maling. "Kalau ditaksir kerugian bisa mencapai Rp 15 juta," pungkasnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (bbp/rks)











































