"Jumlah peserta lebih sedikit dibandingkan dengan orang-orang yang terlibat dalam kasus ini," kata Kapolres Cimahi AKBP Purwolelono kepada detikbandung melalui telepon selulernya, Kamis (12/2/2009).
Jumlah panitia, tambah Purwo, diketahui dari pemeriksaan sebanyak 127 panitia. Jumlah tersebut diketahui datang dari satu angkatan yaitu dari angkatan 2005.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kapolres, faktor inilah yang menjadi faktor kendala lainnya dalam mengungkapkan misteri dibalik tewasnya. "Tentunya ini juga menjadi kendala selain kita belum melakukan otopsi korban," jelas Purwo.
Namun, pihaknya melakukan proses tebang pilih dalam melakukan proses pemeriksaan. "Dari sekian banyak kita memeriksa yang memiliki keterkaitan langsung dengan korban," katanya.
Saat ini polisi melakukan pemeriksaan terhadap tiga tim medis dari Atlas Medical Pioneer (AMP) Fakultas Kedokteran Unpad. Dua diantaranya adalah anggota AMP yang berada ketika Dwi dinyatakan tewas dan seorang lagi adalah suvervisor AMP yang berprofesi sebagai dokter.
"Kami sangat hati-hati sekali untuk mengungkap kasus ini, karena kita harus memilah saksi dari sekian banyak yang terlibat, mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus terungkap," harap Kapolres.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)










































