Dewan Sayangkan Distam Akan Tebang Pohon Beracun

Dewan Sayangkan Distam Akan Tebang Pohon Beracun

- detikNews
Selasa, 03 Feb 2009 18:37 WIB
Dewan Sayangkan Distam Akan Tebang Pohon Beracun
Bandung - Rencana penebangan pohon-pohon beracun yang akan dilakukan Dinas Pertamanan (Distam) Kota Bandung disesalkan anggota DPRD Kota Bandung Lia Nur Hambali. Pemkot dinilai terburu-buru dalam menyelesaikan masalah tersebut.

"Jangan terburu-burulah menyikapi setiap persoalan, termasuk pohon beracun yang katanya bisa sampai mematikan," kata Lia saat ditemui seusai rapat Pansus 1 di Hotel Papandayan Bandung, Selasa (3/2/2009).

Menurut Lia jika berbicara mematikan tidak hanya pohon beracun saja yang mematikan. "Bisa jadi nanti ada yang bilang minyak tanah beracun kalau diminum," selorohnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lia sungguh menyayangkan jika Distam memilih untuk menebang pohon-pohon yang diduga beracun tersebut. Pemkot seharusnya mengkaji dulu terlait temuan tersebut. Termasuk para ahli seharusnya membuat alternatif selain menebang

"Tindakan menebang pohon juga itu terburu-buru harusnya ada kajian dulu. Juga ahli seharusnya membuat alternatif lain selain menebang," kata Lia.

Dirinya berpendapat daripada ditebang begitu saja lebih baik jika pohon-pohon tersebut dijaga, dirawat, bahkan menjadi tempat pendidikan lingkungan hidup. "Kita kan punya dinas untuk itu," tandas Lia.

Sehingga nantinya di tempat pendidikan lingkungan hidup tersebut warga diberitahukan bukan saja bahaya tanaman beracun tapi juga manfaatnya. "Kan orang Bandung pada pintar, masa sudah ditulis beracun terus dipetik dan dimakan," selorohnya.

Bahkan kalau perlu, katanya, tempat pendidikan lingkungan hidup tersebut bisa jadi daya tarik baru bagi orang luar Bandung untuk melihat pohon beracun. "Siapa tahu nanti orang ingin ke Bandung untuk lihat pohon beracun," kata Lia.

Lia menyatakan dari kasus ini hendaknya Distam dapat mengabil hikmah, "Ke depannya dalam pengadaaan pohon harus konsultasi dulu dengan ahli," ujarnya Lia.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini