Penjual Emas di Bandung Mengeluh Sepi Pembeli

Penjual Emas di Bandung Mengeluh Sepi Pembeli

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 16 Jan 2009 11:27 WIB
Penjual Emas di Bandung Mengeluh Sepi Pembeli
Bandung - Dua pekan pertama pada 2009, sejumlah pedagang emas di Bandung mengeluh sepi pembeli. Penjualan emas penjual tersebut menurun hingga 50 persen.

Penjual emas Toko Q-No di Pasar Kosambi, Yono (41), mengatakan sepinya pembeli sudah berlangsung selama dua minggu terakhir.

"Sekarang masyarakat lebih mementingkan untuk kebutuhan pokoknya, seperti untuk keperluan sekolah. Lagipula uangnya sudah habis dipakai liburan panjang kemarin," ujar Yoni kepada detikbandung, Jumat (16/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, kata Yono, dirinya berhasil menjual emas 100 gram per hari. Sementara dalam dua minggu terakhir ini, emas yang terjual paling banyak sekitar 50 gram per hari.

Kondisi yang sama pun dialami oleh penjual emas di emperan. Nanang (27) mengaku penjualan emas dalam dua pekan ini menurun hingga 50 persen. "Biasanya saya bisa menjual per hari 20 gram dan sekarang hanya 10 gram per hari," kata Nanang.

Yono menambahkan harga emas pun turun naik. Pada 13 Januari harga emas 24 karat Rp 289 ribu per gram. Lalu pada tanggal 14, naik menjadi Rp 292 ribu per gram. Tanggal 15 kembali ke harga dua hari sebelumnya, Rp 289 ribu. Untuk emas mulia harganya lebih tinggi Rp 5 ribu.

"Hari ini harga emas 24 karat 291 ribu per gram," jelas Yono. Semetara untuk harga emas 70 persen Rp 213 ribu per gram, emas 75 persen Rp 230 ribu per gram. Sedangkan emas 90 persen harganya Rp 270 ribu.

"Naik paling tinggi 5 ribu dan turun sekitar Rp 3 ribuan," ujarnya.


(ern/ern)


Berita Terkait