"Setelah itu saya baca doa-doa," jelasnya di Mapolresta Bandung Barat, Rabu (7/1/2009).
"Doa seperti apa itu Pa?" tanya wartawan kepada Aan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya,"tanya wartawan, penasaran.
"Ya, seperti surat Kursi dan An-nas," jawabnya lagi.
Namun begitu, kata Aan, dirinya mengaku tidak menjanjikan uang itu bisa dilipat gandakan. "Saya tidak menjanjikan bisa berlipat. Itu semua tergantung perkabulan Allah," kata bapak enam anak ini.
Aan berkisah, selama mengaku sebagai orang yang sanggup menarik uang secara ghaib, kakek dari tujuh cucu ini belum pernah berhasil secara nyata. "Walaupun ada, uang itu tidak bisa dibelanjakan. Itu kan uang sihir,"katanya.
Bila di kemudian hari si 'pasien' menagih uang yang berlipat itu dan ternyata tidak terbukti. Aan pun bakal mengembalikannya. "Jumlahnya rata-rata tidak besar. Ada yang dulunya ngasih Rp 5 ribu, ada juga yang Rp. 10 ribu.Β Kalau nagih, ya saya kembalikan," tuturnya.
Mengenai adanya seorang korban yang menyerahkan uang Rp. 25 juta, Aan mengaku uang tersebut digunakan untuk perjalanan spritualnya."Itu untuk ongkos ziarah-ziarah ke tempat keramat yang ada di Jawa Barat," pungkasnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (bbp/ahy)











































