Seperti yang terjadi pada trayek Angkot Kalapa-Ledeng, Senin Sore (22/12/2008). Belasan sopir Angkot berjajar di depan Kampus Unpar, Jalan Merdeka, sambil membentangkan spanduk yang berisi penolakan beroperasinya TMB.
Setiap ada Angkot yang lewat, para sopir itu berteriak meminta berhenti. Sebagian diantara mereka langsung menghadang di badan jalan. Kemudian si sopir diajak ngobrol, lalu para penumpang disuruh turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini berlangsung sekitar 30 menit. Aksi terhenti ketika ada sekitar 20 orang anggota polisi yang sejak tadi berjaga-jaga di gedung DPRD, meminta para sopir ini untuk tidak keluar dari area gedung dewan.
Akibat aksi sweeping ini, ratusan penumpang telantar. Mereka berdiri di sepanjang jalan. Saat ini memang merupakan jam pulang kerja kantoran, sehingga otomatis banyak penumpang yang memerlukan angkutan untuk pulang.
Lisna (25), pekerja BIP mengaku sudah menunggu satu jam. "Saya pulang kerja dari BIP. Saya tunggu Angkot Kalapa-Ledeng, tapi tidak ada. Saya tidak tahu kalau ada mogok," ujarnya yang mengaku kesal. Lisna mengaku dirinya kini tengah menghubungi teman-temannya untuk menjemput dia.
(ern/ern)











































