Dengan konsep rancangan yang natural, busana keseharian yang cocok untuk segala susana, Ian menyuguhkan karyanya dalam peragaan busana 'Ngenteung ka Lembur' di Selasar Sunaryo Art Space, Jalan Bukit Pakar Timur, Selasa (2/12/2008).
Menurut Ian, pagelarannya kali ini adalah pagelaran dengan koleksi rancangan terbanyak dari dua pagelaran sebelumnya yang juga diadakan di Selasar Sunaryo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ian menyulap lembaran batik-batik Garutan yang didominasi batik cap ini menjadi busana dengan penuh daya tarik. Tak melulu sebagai busana formal, tapi dirancang dengan sentuhan-sentuhan lebih ringan untuk keseharian.
Dalam rancangan babydoll, tunik, gaun atau blazer yang lebih resmi. Diperagakan pula bahwa batik juga juga digunakan untuk busana pengantin. "Batik bisa digunakan untuk acara apa saja kapan saja," demikian tutur Ian.
Dalam keapikan koreografi Malik Mustaram, peragaan busana dikemas dengan natural sebagai cerminan nuansa budaya alam Jawa Barat. Di sela-sela peragaan juga ditampilkan peragaan koleksi batik Garutan milik istri seniman Sunaryo, Heti K. Sunaryo.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ema/afz)











































