Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Sentra Rajut Binong Jati Suhaya Wondo saat dihubungi detikbandung, Sabtu (22/11/2008).
"Sejak sebulan yang lalu order dari rajut dari Pasar Tanah Abang Jakarta juga dari Surabaya sudah mulai berkurang," tutur Wondo mencontohkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat situasi seperti itu, tidak ada pilihan lain bagi para perajin Binong Jati selain mengurangi kapasitas produksi. "Kalau semula delapan lusin, dikurangi jadi enam lusin. Kalau permintaan berkurang dikurangi lagi jadi lima lusin, yang penting produksi tidak berhenti total," paparnya.
Selain mengurangi kapasitas produksi para perajin juga terpaksa menurunkan harga. Dengan menurunnya harga otomatis akan mengurangi jumlah pendapatan perajin.
Salah satu cara mengatasi hal itu Wondo berharap pemerintah segera merealisasikan pembuatan akses jalan masuk ke Binong Jati dari Kiaracondong yang sudah diajukan empat tahun lalu.
Menurut Wondo dengan akses jalan tersebut Sentra Rajut Binong Jati akan tumbuh jadi kawasan wisata belanja. Dengan segmen retail akan membantu penjualan dari sisi grosir yang berkurang. Selain wisata belanja juga akan ada wisata produksi yang bisa dijual kepada masyarakat.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/ema)











































