Para buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Cimahi ini hanya 5 menit berada di ruang pertemuan Sekda di lantai 1 Balai Kota Cimahi. Mengetahui bukan wali kota yang menemui mereka, perwakilan buruh langsung meninggalkan ruangan setelah sebelumnya menitipkan surat pernyataan sikap mereka.
"Kami sudah berkomitmen jika tanpa wali kota, kita tidak mau berdialog dengan siapapun,' ujar Koordinator Lapangan Aliansi Buruh Cimahi Asep Djamalaudin saat ditemui usai diterima oleh Sekda Kota Cimahi, Selasa (18/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin wali kota tidak terlebih dahulu merekomendasikan UMK sebelum bertemu dengan buruh," tegas Asep.
Pantauan detikbandung, para buruh langsung meninggalkan Balai Kota saat mengetahui perwakilannya gagal bertemu dengan wali kota. Mereka kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Tampak tembok pagar Balai Kota Cimahi ambrol setelah beberapa saat lalu terjadi aksi dorong-dorongan antara demonstran dan petugas Satpol PP yang menjaga Balai Kota Cimahi.
Sebelumnya, 500-an buruh dari SPSI, SPN, dan Kasbi yang tergabung dalam Aliansi Buruh Cimahi menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Cimahi. Mereka mendesak kenaikan upah minimum kota sesuai dengan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Massa datang dari pabrik-pabrik yang berada di kawasan Cimahi, rata-rata mereka datang menggunakan sepeda motor. Sebelumnya mereka konvoi dari pintu tol Baros. Seratusan polisi berjaga-jaga di depan pintu masuk Balai Kota Cimahi dan satu unit mobil water canon disiagakan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/ern)











































