Soal IMB Restoran di Baksil, Pemkot Plin Plan

Soal IMB Restoran di Baksil, Pemkot Plin Plan

- detikNews
Senin, 08 Sep 2008 19:54 WIB
Bandung - Pemkot Bandung terlihat plin plan mengenai rencana pembangunan rumah makan di kawasan Babakan Siliwangi (Baksil) oleh investor PT Esa Gemilang Indah (Istana Group). Awalnya dikatakan jika izin menggunakan bangunan (IMB) rumah makan seluas 7.500 meter persegi di Baksil sudah keluar, namun hal itu dibantah kembali.

Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi profesi, yaitu Alumni Planologi ITB, Ikatan Arsitektur Indonesia Jabar, dan IALI di kantor detikbandung, Jalan Lombok 33, Senin (8/9/2008), Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Juniarso Ridwan mengatakan saat ini izin pembangunan rumah makan di Baksil masih proses.

"Izinnya belum keluar, masih proses. Pokoknya ya masih proses," ujarnya saat diminta menjelaskan proses perizinan rumah makan di Baksil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini jelas berbeda dengan apa yang dikatakan sebelumnya. Juniarso yang diperkuat oleh Kasubag Umum Dinas Tata Ruang Kota dan Cipta Karya, Sigit Iskandar, menyatakan jika IMB pembangunan rumah makan di Baksil sudah keluar.

Saat didesak lebih lanjut sejauh mana tahap perizinan rencana pembangunan rumah makan tersebut, Juniarso mengelak menjawab. "Pokoknya masih proses. Gambar-gambarnya lagi kita teliti lagi," katanya menegaskan.

Juniarso mengatakan jika rencana membangun rumah makan di Baksil untuk memberdayakan kawasan Baksil. "Dulu sebelum ada Sabuga di sana sudah ada rumah makan yang dikelola oleh Pemkot namun tak baik pengelolaannya. Kemudian rumah makan itu terbakar dan sekarang kita akan membangun rumah makan lagi dengan melibatkan swasta," ujar Juniarso memberikan alasan.

Rencana membangun rumah makan di Baksil sebenarnya sudah diakui juga oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung M Asykari. Bahkan untuk melancarkan proses pembangunan ini, pemkot mengambil kebijakan untuk relokasi para seniman dari Baksil ke Taman Sari. Namun rencana ini ditentang habis-habisan oleh para seniman. (ern/ern)


Berita Terkait