ADVERTISEMENT

Politisi Korsel Ajukan Revisi UU Wajib Militer untuk Bintang K-Pop

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 14:16 WIB
Para personel BTS saat menghadiri Penghargaan Grammy, April 2022. (AFP)
Jakarta -

Anggota parlemen Korea Selatan, Kim Young Bae, mengusulkan merevisi Undang-Undang Wajib Militer bagi para bintang K-pop yang telah mendapat tugas dari negara seperti BTS.

"Selebriti pop Korea Selatan yang aktif di bidang internasional memberikan kontribusi ekonomi dan sosial yang tak terbayangkan," kata Kim Young Bae selaku anggota parlemen Partai Demokrat Korea Selatan seperti dilaporkan kantor berita Korsel, Yonhap, Senin (19/9).

"Saya percaya selebriti pop akan memberikan kontribusi penting bagi kepentingan nasional, termasuk mempromosikan Korsel untuk menjadi tuan rumah Expo Dunia 2030, melalui dinas militer alternatif," sambungnya.

Baca juga:

Kim Young Bae mengusulkan undang-undang revisi yang bertujuan untuk memungkinkan para bintang K-pop seperti superband BTS untuk menggantikan tugas militer mereka dengan tugas alternatif.

Jika revisi yang diusulkan Kim Young Bae disahkan, maka para personel BTS dapat mengganti tugas wajib militer mereka dengan tugas alternatif karena mereka telah menerima perintah penghargaan budaya pada 2018 lalu.

Pada Juli kemarin, BTS juga ditunjuk sebagai duta hubungan masyarakat untuk mempromosikan Korea Selatan sebagai tuan rumah Expo Dunia 2030.

BTS superbandAFPBTS telah menjadi ikon Korea Selatan saat ini.

Di bawah Undang Undang Wajib Militer saat ini, pengecualian dinas militer hanya diberikan kepada atlet pemenang penghargaan internasional dan musisi klasik untuk peran mereka dalam meningkatkan reputasi negara di luar negeri.

Sementara semua pria Korea Selatan yang berbadan sehat antara usia 18 hingga 28 tahun harus menjalankan wajib militer selama sekitar dua tahun.

Menurut informasi, lebih dari 60% warga Korea Selatan telah menyetujui revisi UU sehingga para selebriti pop terkemuka dapat mengganti dinas militer.

'Harus ada konsensus sosial'

Kepala badan tenaga kerja militer Korea Selatan menekankan perlunya mempertimbangkan prinsip "keadilan" ketika ditanya mengenai apakah anggota BTS menjalani wajib militer atau diberikan pengecualian.

"Layanan militer adalah tugas konstitusional [di Korea Selatan] yang harus diterapkan pada semua orang dengan adil dan setara. Itu prinsip yang tidak bisa diubah," papar Lee Ki-sik, komisaris Administrasi Tenaga Kerja Militer (MMA), dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Yonhap.

Undang Undang Dinas Militer Korsel saat ini memberi pengecualian wajib militer hanya kepada atlet pemenang penghargaan internasional dan musisi klasik untuk peran mereka dalam meningkatkan reputasi negara di luar negeri.

"Dalam hal seni rupa, seniman dievaluasi oleh juri yang kredibel di kompetisi," kata Lee. "Tapi kalau soal budaya pop, standarnya tidak jelas. Untuk tangga lagu Billboard, (penyanyi) tidak dinilai oleh juri. Sebaliknya, hasilnya didasarkan pada berapa lama orang mendengarkan musik, atau berapa banyak album yang terjual,sambungnya.

Para personel militer Korsel sedang menjalani sesi latihan di sebuah pusat perbelanjaan di Seoul, Agustus lalu. Poster para bintang K-Pop tampak di latar belakang.AFPPara personel militer Korsel sedang menjalani sesi latihan di sebuah pusat perbelanjaan di Seoul, Agustus lalu. Poster para bintang K-Pop tampak di latar belakang.

Lee Ki-sik, komisaris Administrasi Tenaga Kerja Militer (MMA), juga menekankan "konsensus sosial" tentang masalah ini.

"Pencapaian BTS memang mencengangkan, tetapi jika kita ingin menghubungkan kompensasi dengan tugas militer mereka, kita perlu mencapai konsensus sosial berdasarkan keadilan sehingga orang-orang muda yang bergabung dengan militer tidak akan merasakan diskriminasi dan frustrasi."

Sebanyak tujuh personel BTS telah mendapat manfaat dari Undang-Undang Dinas Militer Korsel yang telah direvisi pada 2020 sehingga mereka punya pilihan untuk menunda wajib militer hingga usia 30 tahun karena memenangkan medali kehormatan terkait kebudayaan.

Namun, personel tertua BTS, Jin, hanya beberapa bulan lagi berulang tahun ke-30.

Jumlah pria Korea Selatan berusia 20 tahun, yang berjumlah 333.000 orang pada tahun 2020, diperkirakan akan turun menjadi 226.000 orang pada tahun 2025 dan 143.000 orang pada tahun 2040, menurut perkiraan resmi.

Simak video 'Parlemen Korsel Ajukan RUU Wamil Alternatif Bagi Grup K-Pop Seperti BTS':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT