Jerman Dihajar Corona Gelombang 4, Kematian Bisa Tembus 100 Ribu!

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 07:17 WIB
Jakarta -

Ahli virologi Jerman memberi peringatan bahwa gelombang penularan Covid yang keempat di negara itu bisa menyebabkan 100.000 orang meninggal jika tidak segera dilakukan pencegahan.

Sejak pandemi, Jerman telah mencatat 97.000 kematian, ungkap laman worldometers. Peringatan ahli virologi itu muncul sepekan setelah WHO memperingatkan bahwa Eropa menjadi 'episenter' pandemi covid.

Pada Rabu (10/11) jumlah kasus positif di Jerman melonjak, mencatat angka tertinggi sejak pandemi dimulai, mencapai hampir 40.000 kasus dalam sehari. Bahkan pada Kamis (11/11) jumlah kasus juga mencetak rekor baru, mencapai lebih dari 50.000.

"Kita harus bertindak sekarang," kata ahli virologi Christian Drosten, yang menggambarkan situasi darurat yang sebenarnya.

Dokter di bangsal perawatan intensif Covid di Rumah Sakit Universitas Leipzig di Saxony itu memperingatkan gelombang keempat ini bisa menjadi yang terburuk.

Baca juga:

Seorang pasien perempuan berusia 20-an, baru saja melahirkan. Bayinya baik-baik saja, tetapi pihak rumah sakit mengatakan mereka tidak tahu apakah dia akan selamat.

Negara bagian Saxony ini memiliki jumlah kasus positif tertinggi di Jerman dalam tujuh hari, dengan 459 kasus per 100.000 orang. Sementara kasus positif nasional berada di angka 232.

Daerah ini juga memiliki tingkat vaksinasi terendah, yaitu 57% dari populasi.

Dari 18 pasien di bangsal Covid, hanya empat orang yang sudah divaksinasi.

Click here to see the BBC interactive

"Sebagian besar penduduk masih meremehkan masalah ini," kata Prof Sebastian Stehr, yang mengepalai departemen.

Menteri Kesehatan Jerman secara terbuka menyalahkan orang-orang yang tidak mau divaksinasi atas lonjakan kasus positif yang terjadi. Dia menggambarkan situasi ini seperti "pandemi orang yang tidak divaksinasi".

Mulai awal pekan ini, pemerintah Saxony melarang orang yang tidak mau divaksinasi datang ke bar, restoran, acara publik, maupun fasilitas olahraga dan rekreasi. Beberapa negara bagian lain diperkirakan akan mengikuti peraturan itu.

Kelompok anti-vaksin Jerman sangat marah. Beberapa ribu orang menggelar protes pada akhir pekan lalu di Leipzig.

Jerman

Demo kaum anti-vaksin di Kota Leipzig, Jerman. (BBC)

"Ini adalah diskriminasi, dan kami ingin menyatakan dengan tegas bahwa kami tidak menerima ini di masyarakat kami," kata Leif Hansen, yang mewakili kelompok anti-vaksin "Bewegung Leipzig" (Gerakan Leipzig).

Enam belas juta orang Jerman di atas usia 12 tahun belum sepenuhnya divaksinasi. Pemerintah Jerman mengakui bahwa tidak mungkin untuk membujuk mereka sekarang, dan para politisi khawatir bahwa perpecahan sosial akan semakin dalam.

Bagi Jerman, yang menemukan salah satu vaksin Covid pertama di dunia, ini merupakan hal yang sangat memalukan.

Bagaimana Eropa bisa jadi episenter pandemi?

Covid

WHO menyalahkan pemberian vaksin yang tidak mencukupi sebagai faktor penyebab di balik kenaikan angka kasus. (Reuters)

Sebelumnya WHO pekan lalu memperingatkan Eropa kembali menjadi "episenter" pandemi virus corona ketika kasus-kasus melonjak di kawasan itu.

Dalam jumpa pers, Direktur WHO untuk Eropa, Hans Kluge, mengatakan kemungkinan jumlah kematian di wilayah itu bisa mencapai setengah juta jiwa lagi sampai Februari nanti.

Dia menyalahkan pemberian vaksin yang tidak mencukupi sebagai faktor penyebab di balik kenaikan angka kasus.

"Kita harus ubah taktik kita, dari bereaksi terhadap lonjakan Covid-19 menjadi mencegahnya sejak awal," katanya.

Proses vaksinasi melambat di seluruh benua dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara sekitar 80% orang-orang di Spanyol sudah vaksin dua kali, jumlah itu lebih rendah di Prancis dan Jerman - masing-masing 68% dan 66% - dan masih lebih rendah di beberapa negara Eropa tengah dan timur.

Hanya 32% orang-orang Rusia yang divaksinasi penuh pada Oktober 2021.

Kluge juga menyalahkan pelonggaran langkah-langkah penanganan kesehatan masyarakat, sehingga meningkatkan penularan infeksi di wilayah Eropa, yang mencakup 53 negara, termasuk beberapa wilayah di Asia Tengah.

Sejauh ini WHO telah mencatat 1,4 juta kematian di seluruh wilayah Eropa.

Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan selama empat minggu terakhir kasus di seluruh Eropa telah melonjak lebih dari 55%, meskipun ada "pasokan vaksin dan alat yang cukup".

Dan rekannya, Dr Mike Ryan mengatakan pengalaman Eropa merupakan "tembakan peringatan bagi dunia".

Hal itu terjadi ketika Jerman waktu itu mencatat hampir 34.000 kasus Covid setiap hari dalam 24 jam terakhir, yang memecahkan rekor kenaikan.

Sementara jumlah Covid di Jerman berada di bawah jumlah kasus harian terbaru di Inggris yang mencapai lebih dari 37.000, para pejabat kesehatan masyarakat khawatir bahwa gelombang infeksi keempat dapat menyebabkan sejumlah besar kematian dan tekanan pada sistem kesehatan.

Dalam 24 jam terakhir, 165 kematian telah dicatat, yang naik dari 126 kematian sepekan silam.

Lothar Wieler dari institut RKI Jerman berbicara tentang angka-angka yang mengerikan tersebut.

"Jika kita tidak mengambil tindakan sekarang, gelombang keempat ini akan membawa lebih banyak penderitaan," katanya.

Di antara banyak orang Jerman yang belum divaksinasi terdapat lebih dari tiga juta orang yang berusia di atas 60-an berisiko terpapar.

Tetapi seperti yang ditunjukkan Hans Kluge, lonjakan kasus tidak terbatas hanya di Jerman.

Peningkatan paling dramatis dalam kematian terjadi dalam seminggu terakhir di Rusia.

Di negara itu lebih dari 8.100 kematian tercatat, dan Ukraina, dengan 3.800 kasus kematian.

Kedua negara memiliki tingkat vaksinasi yang sangat rendah dan Ukraina mengumumkan rekor 27.377 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Click here to see the BBC interactive

Rumania mencatat jumlah kematian tertinggi dalam 24 jam pada minggu ini yaitu pada angka 591.

Sementara di Hungaria, infeksi Covid harian meningkat lebih dari dua kali lipat dalam seminggu terakhir menjadi 6.268.

Di negara itu, penggunaan masker hanya diwajibkan pada transportasi umum dan di rumah sakit.

"Saat ini kita tampaknya sangat ingin mengambil kursus yang mengatakan pandemi telah berakhir, kita hanya perlu memvaksinasi beberapa orang lagi. Bukan itu masalahnya," kata Dr Ryan.

Baca juga:

Pekan ini ini pemerintah Belanda mengatakan akan menerapkan kembali pemakaian masker dan jarak sosial di banyak tempat umum, setelah penerimaan kasus covid di rumah sakit telah naik 31% dalam seminggu.

Sementara itu Latvia memberlakukan keadaan darurat selama tiga bulan mulai Senin di tengah rekor tingkat infeksi Covid.

Kroasia mencatat 6.310 kasus baru pada Kamis, jumlah tertinggi sejauh ini. Slovakia telah melaporkan jumlah kasus tertinggi kedua.

Adapun paparan infeksi corona di Ceko telah kembali meningkat ke angka yang terakhir terlihat pada musim semi lalu.

Wakil kepala petugas medis Inggris, Jonathan Van-Tam mengatakan pada Rabu bahwa terlalu banyak orang yang percaya bahwa pandemi telah berakhir.

Namun, di negara-negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi, tingkat infeksi masih relatif rendah.

Italia memiliki salah satu tingkat vaksinasi tertinggi untuk di atas 12 tahun tetapi bahkan di sini kasus baru naik 16,6% dalam seminggu terakhir.

Infeksi covid-19 di Portugal telah meningkat di atas 1.000 untuk pertama kalinya sejak September.

Spanyol adalah salah satu dari sedikit negara yang tidak terlihat adanya peningkatan penularan dengan 2.287 kasus dilaporkan pada Rabu.

Lihat juga video 'WHO: Eropa Pusat Pandemi walau Vaksin Melimpah':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)