Berbulan-bulan Tak Ada Kabar, Putri Penguasa Dubai Muncul di Instagram

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 09:58 WIB
Jakarta -

Sebuah foto yang diunggah minggu ini di dua akun Instagram menunjukkan Putri Latifa, putri penguasa Dubai, yang sudah berbulan-bulan tidak terlihat atau terdengar kabarnya.

Pada pertengahan Februari, BBC Panorama menyiarkan kesaksian video rahasia darinya. Dia mengatakan bahwa dia ditahan sebagai sandera dan khawatir akan nasibnya.

BBC tidak dapat memverifikasi foto tersebut dan tidak ada informasi lebih lanjut yang diberikan.

Namun, seorang teman Latifa membenarkan Latifa ada di foto itu.

Kemunculan foto tersebut, menurut informasi yang didapatkan BBC, terkait dengan perkembangan lain yang dirahasiakan.

Dalam sebuah pernyataan, David Haigh, salah satu pendiri grup kampanye Free Latifa, mengatakan: "Kami mengonfirmasi bahwa ada beberapa perkembangan yang berpotensi signifikan dan positif dalam kampanye tersebut. Kami tidak bermaksud berkomentar lebih lanjut pada tahap ini, pernyataan lebih lanjut akan dikeluarkan pada waktu yang tepat. "

Kedutaan Besar London untuk Uni Emirat Arab (UEA) tidak menanggapi permintaan komentar dari BBC.

PBB menolak mengomentari foto itu tetapi mengatakan kepada BBC bahwa mereka menunggu "bukti kehidupan yang meyakinkan dalam kasus Latifa", yang menurut UEA akan disediakan.

Foto tersebut memperlihatkan Putri Latifa di pusat perbelanjaan Dubai, Mall of the Emirates (MoE), duduk bersama dua wanita lainnya. Teman Latifa mengatakan kepada BBC bahwa mereka mengenali kedua perempuan lain itu dan bahwa Latifa kenal dengan mereka.

Foto itu diunggah ke Instagram, tapi tak ada keterangan tanggal, waktu, dan lokasi yang tepat di mana foto itu diambil.

Gambar itu dibalik. Namun, itu menunjukkan bioskop yang mengiklankan film Demon Slayer: Mugen Train, yang dirilis di Uni Emirat Arab pada 13 Mei 2021.

Gambar itu diunggah di Instagram pada Kamis pekan ini di akun kedua perempuan lain dalam foto tersebut, salah satunya menambahkan komentar, "Malam yang indah di MoE bersama teman-teman."

Kedua perempuan di foto belum merespons permintaan BBC untuk mengomentari kondisi Latifa atau informasi tentang kapan foto itu diambil.

"Dengan asumsi bahwa foto itu asli, itu menunjukkan bukti kehidupan, yang merupakan suatu hal, tetapi tidak tentang kondisi pengurungannya atau kebebasannya," kata Kenneth Roth dari kelompok advokasi Human Rights Watch kepada BBC.

Pada hari Sabtu, foto kedua diunggah ke akun Instagram yang sama.

Gambar (ditunjukkan di bawah) diunggah dengan judul: "Makanan lezat di Bice Mare bersama Latifa."

Bice Mare adalah sebuah restoran di Burj Khalifa Dubai. Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.

Belum ada informasi soal ini dari UEA.

Apa yang dikatakan Keluarga Kerajaan?

Sebelumnya, keluarga kerajaan Dubai mengatakan Putri Latifa "dijaga di rumah" setelah Kantor Hak Asasi Manusia PBB meminta Uni Emirat Arab untuk memberikan bukti bahwa putri penguasa Dubai itu masih hidup.

Dalam rekaman video rahasia yang didapat BBC, Putri Latifa menuduh ayahnya menyekapnya di Dubai sejak ia mencoba melarikan diri dan ditangkap kembali pada 2018.

PBB telah mengontak Davig Haigh dari gerakan Free Latifa, Bebaskan Latifa, meminta video itu.

Dalam video tersebut, Putri Latifa mengatakan ia ketakutan.

"Ia terus membaik dan kami berharap dia akan kembali ke depan umum pada waktu yang tepat," kata pernyataan dari keluarga kerajaan.

Namun tidak ada bukti video atau foto yang dikeluarkan bersamaan dengan pernyataan keluarga sebagai bukti ia masih hidup.

"Menanggapi laporan media terkait Syekha Latifa, kami ingin berterima kasih kepada mereka yang menyatakan keprihatinan atas kesejahteraannya. Walaupun laporan itu tidak menggambarkan kondisi sebenarnya," kata keluarga dalam responsnya melalui kedutaan Uni Emirat Arab di London.

"Keluarganya telah memastikan bahwa Yang Mulia tengah dijaga di rumah, dan didukung oleh keluarga dan paramedis profesional."

Rekaman video yang dikeluarkan teman-teman Latifa dan diudarakan dalam acara BBC Panorama menimbulkan seruan dunia agar PBB melakukan investigasi.

"Kami mengangkat keprihatinan kami terkait bukti video yang mengkhawatirkan," kata Liz Throssell, juru bicara komisaris PBB untuk HAM Jumat (19/02).

"Kami meminta bukti bahwa ia hidup - kami meminta informasi lebih lanjut," tambahnya.

Badan PBB ini telah mengontak perwakilan tetap Uni Emirat Arab di Jenewa, Kamis (18/02), katanya.

Pemerintah Dubai dan kementerian luar negeri Uni Emirat Arab belum berkomentar.

Setelah video ini muncul, PBB mengatakan akan mengangkat isu penyekapan Putri Latifa.

Ayah Latifa, Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, adalah salah seorang kepala negara yang paling kaya di dunia, penguasa Dubai dan wakil presiden Uni Emirat Arab.

Inggris mengatakan video itu "sangat memprihatinkan."

Pada 2019, salah seorang istri Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Putri Haya melarikan diri ke Inggris bersama dua anaknya.

"Kami sangat prihatin," kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, Rabu (17/2).

Ia menambahkan video itu menunjukkan "perempuan muda yang berada dalam kesulitan berat" dan bahwa Inggris akan mengamati perkembangan itu "secara seksama".

Putri LatifaBBCPutri Latifa sebelum mencoba melarikan diri pada Februari 2018.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan pemerintah "khawatir" namun akan "menunggu bagaimana (PBB) menanggapi isu" ini dengan penyelidikan.

Kantor komisioner PBB untuk hak asasi manusia mengatakan akan segera bertanya kepada pemerintah Uni Emirat Arab terkait Putri Latifa.

"Kami pasti akan mengangkat perkembangan baru ini dengan Uni Emirat Arab," kata juru bicara Rupert Colville. "Unit lain dari badan HAM PBB dengan mandat terkait, kemungkinan juga akan terlibat dalam meneliti bukti-bukti baru."

Sementara itu, seorang juru bicara mengatakan gugus tugas PBB untuk penahanan arbiter, dapat melakukan investigasi bila video Putri Latifa dianalisis.

Mengirim pesan rahasia melalui telepon seluler

Putri Latifa yang mencoba melarikan diri dari negara itu pada 2018, mengirimkan pesan rahasia dalam video ke teman-temannya berisi tuduhan bahwa ayahnya "menyekapnya" dan ia ketakutan.

Dalam video yang diberikan kepada BBC Panorama, Putri Latifa Al Maktoum mengatakan para tentara membiusnya saat ia mencoba lari dengan kapal dan membawanya secara paksa kembali ke penyekapan.

Sejak itu pesan rahasianya terhenti. Rekan-rekannya mendesak PBB untuk campur tangan.

Dubai dan Uni Emirat Arab sebelumnya mengatakan ia aman bersama keluarganya.

Mantan utusan PBB untuk hak asasi manusia, Mary Robinson, sempat menggambarkan Latifa sebagai "perempuan muda yang bermasalah" setelah bertemu dengannya pada 2018.

Namun kini ia mengatakan ia "diperdaya" oleh keluarga Latifa.

Latifa dan ayahnyaGetty ImagesPutri Latifa tak pernah terdengar kabarnya sejak kontak terakhir dengan temannya Tiina Jauhiainen sejak pelarian yang gagal pada 2018.

Mantan presiden Irlandia tersebut menyerukan agar dunia ikut bertindak untuk mengetahui keberadaan dan kondisi Latifa.

"Saya tetap sangat khawatir terhadap Latifa. Kondisi berubah. Dan saya rasa ini harus diinvestigasi."

Dalam video yang direkam dalam jangka waktu beberapa bulan di telepon seluler, terungkap bahwa Latifa diam-diam diberikan waktu satu tahun setelah ia ditangkap lagi dan kembali ke Dubai.

Ia merekam video itu di kamar mandi, sebagai satu-satunya tempat yang bisa dikunci.

Dalam pesannya itu ia mengatakan:

  • Ia melawan tentara yang menariknya dari kapal dengan "menendang dan berjuang" dan menggigit salah satu tangan tentara sampai tentara menjerit
  • Setelah dibius ia pingsan dan dibawa dengan pesawat pribadi dan tidak terbangun sampai mendarat di Dubai
  • Ia disekap sendiri tanpa akses medis atau bantuan hukum di vila dengan jendela dan kamar ditutup dengan penjagaan polisi

Tiina JauhiainenBBCTiina Jauhiainen, instruktur cappoiera Latifa, membantunya lari.

Kisah penangkapan dan penyekapan Latifa diungkap kepada Panorama oleh teman dekat Latifa, Tiina Jauhiainen, sepupu Marcus Essabri dan pegiat David Haigh, yang membentuk gerakan Free Latifa, atau Bebaskan Latifa.

Mereka mengatakan mereka mengambil keputusan sulit untuk mengeluarkan pesan-pesan itu karena khawatir atas keselamatan Latifa.

Mereka inilah yang dapat menjalin kontak dengan Latifa di tengah penyekapannya di vila di Dubai, dengan jendela berterali dan penjagaan polisi.

Panorama secara independen memverifikasi rincian tempat Latifa disekap.

Syekh Mohammed berhasil membangun kota itu namun para pegiat hak asasi mengatakan tak ada toleransi terhadap mereka yang menentang penguasa dan sistem peradilan dapat mendiskriminasikan perempuan.

Syekh Mohammed memiliki usaha balap kuda dan sering menghadiri acara besar termasuk Royal Ascot di Inggris, dan pernah berfoto dengan Ratu Elizabeth II.

Queen Elizabeth pada 2019 dengan Syekh Mohammed, dua dari kanan, yang sering datang ke balap kuda.PA MediaQueen Elizabeth pada 2019 dengan Syekh Mohammed, dua dari kanan, yang sering datang ke balap kuda.

Namun sang syekh sering menghadapi kritikan berat terkait perlakuan terhadap Putri Latifa dan ibu tirinya, Putri Haya Bint Al Hussain, yang lari ke London pada 2019 dengan dua anaknya.

Lari dengan kapal

Latifa, kini berusia 35 tahun, pertama mencoba lari pada usia 16 tahun setelah mengontak pengusaha Prancis Herve Jaubert pada 2011, dengan menyusun rencana pelarian. Ia dibantu oleh Jauhiainen, yang sebelumnya adalah instruktur capoeira, seni bela diri Brasil.

Pada 24 Februari 2018, Latifa dan Jauhiainen dengan kapal karet dan jet ski berupaya menuju ke perairan internasional, tempat Jaubert menunggu dengan kapal pesiar berbendera Amerika Serikat.

Namun delapan hari kemudian, di lepas pantai India, kapal itu diserbu tentara. Jauhiainen mengatakan mereka menggunakan granat asap agar dia dan Latifa keluar dari tempat persembunyian di kamar mandi di dek bawah dan mereka ditodong dengan senjata.

Latifa dibawa ke Dubai dan tak terdengar lagi nasibnya sejak itu sampai sekarang.

Jauhiainen dan awak kapal dibebaskan setelah dua minggu ditahan di Dubai.

Pemerintah India tak pernah berkomentar apa peran mereka dalam insiden itu.

Putri Latifa pada pesan video bulan Maret 2018.Princess LatifaLatifa merekam video pada 2018 dan disiarkan ketika ia gagal melarikan diri.

Sebelum mencoba melarikan diri pada 2018, Latifa merekam video lain yang diunggah di YouTube setelah ia ditangkap.

"Bila Anda menonton video ini, bukan kabar baik, mungkin saya meninggal atau saya berada dalam kondisi yang sangat sangat sangat buruk," katanya.

Video inilah yang memicu keprihatinan banyak pihak yang kemudian menyerukan agar ia dibebaskan.

Uni Emirat Arab menghadapi tekanan besar untuk bertanggung jawab terhadap Latifa dan pertemuan dengan Robinson diselenggarakan setelah itu.

Pertemuan dengan Robinson

Robinson terbang ke Dubai pada Desember 2018 atas permintaan rekannya, Putri Haya, untuk makan siang bersama. Putri Latifa juga hadir.

Robinson mengatakan kepada Panorama ia dan Putri Haya diberitahu soal kondisi bipolar Latifa, penyakit yang tidak dia alami.

Ia mengatakan ia tidak bertanya kepada Latifa soal kondisinya karena ia tidak ingin "menambah trauma" nya.

Sembilan hari setelah makan siang itu, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab menerbitkan foto Robinson dengan Latifa, yang menurut mereka menunjukkan Latifa dalam kondisi sehat dan aman.

Robinson mengatakan, "Saya jelas diperdaya melalui foto yang diterbitkan itu. Mengejutkan...saya benar-benar kaget."

Pada 2019, ketegangan dalam keluarga penguasa Dubai terungkap di Pengadilan Tinggi Inggris setelah salah seorang istri syekh, Putri Haya, lari ke Inggris dengan dua anaknya dan meminta perlindungan agar tak disiksa oleh syeikh.

Putri Haya dan Fiona ShackletonGetty ImagesPutri Haya (kiri) tiba dengan kuasa hukumnya, Baroness Fiona Shackleton di Pengadilan Tinggi Inggris pada Februari 2020.

Tahun lalu, Pengadilan Tinggi Inggris, mengeluarkan serangkaian temuan bahwa Syekh Mohammed memerintahkan kembalinya Latifa secara paksa pada 2002 dan 2018, serta dibawa paksa dari Inggris kakaknya, Putri Shamsa pada tahun 2000, saat ia juga mencoba melarikan diri.

Pengadilan menyebutkan Syeikh Mohammed "tetap menerapkan ketetapan dengan menekan kebebasan dua perempuan muda ini."

Rekan-rekan Latifa berharap pengadilan pada bulan Maret tahun lalu yang menetapkan bahwa Syekh Mohammed, "tidak jujur" dan memenangkan Putri Haya, dapat membantu kasus Latifa.

Terkait keputusan mengapa ia mau berkomentar sekarang, Jauhiainen hanya mengatakan "banyak waktu terbuang" sejak hilang kontak.

Ia mengatakan ia sering terpikir untuk mengeluarkan pesan video itu dan menambahkan, "Saya rasa ia ingin kami berjuang untuknya, dan tidak menyerah."

Pemerintah Dubai dan Uni Emirat Arab tidak membalas permintaan BBC untuk memberi komentar tentang kondisi Latifa saat ini.

Lihat juga video 'Tega! Tante di Kendari Rantai-Sekap Ponakan Gegara Nakal':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)