Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'

Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 16 Agu 2026 16:26 WIB
U.S. President Donald Trump gestures as he participates in a cabinet meeting at Camp David in Thurmont, Maryland, U.S., July 31, 2026. REUTERS/Daniel Heuer
Foto: Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Daniel Heuer)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim mengendalikan Selat Hormuz dan berencana mendeklarasikan selat itu sebagai bagian wilayah AS usai menang perang lawan Iran. Anggota parlemen Iran memperingatkan Trump agar tidak berakhir 'bersembunyi di dalam truk makanan'.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (16/8/2026), peringatan bernuansa sindiran ini disampaikan oleh kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Azizi. Dia mengejek Trump atas klaimnya tentang Selat Hormuz.

"Presiden AS seharusnya mengkhawatirkan keamanannya sendiri daripada gertakannya yang tak berujung mengenai Selat Hormuz; sebelum dia akhirnya bersembunyi di dalam truk makanan," kata Azizi dalam unggahan terbarunya di X.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sindiran ini menyusul pernyataan Trump baru-baru ini bahwa "setelah kita selesai mengalahkan Iran" dia akan segera menyatakan selat itu sebagai "wilayah Amerika Serikat".

Ejekan Azizi itu merujuk pada truk makanan pada laporan media AS. Dilaporkan bahwa Trump menggunakan truk katering untuk berpindah dari Air Force One ke pesawat pemerintah yang lebih kecil selama kunjungan ke Ankara bulan lalu untuk KTT NATO karena kekhawatiran akan serangan Iran.


Trump Sesumbar soal Selat Hormuz


Trump, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa dirinya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran dalam perang.

"Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," tegas Trump saat berbicara dalam kunjungan ke Akademi Kepolisian Nassau County yang baru di Garden City, New York, pada Jumat (14/8).

Presiden AS itu juga menegaskan bahwa blokade AS terhadap Selat Hormuz akan tetap diberlakukan, sembari menyatakan bahwa "tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya".

Isu Selat Hormuz terus menjadi perdebatan dan perselisihan dalam konflik antara Iran dan AS, dengan upaya diplomasi membahas pembukaan kembali jalur perairan strategis itu gagal membuahkan hasil konkret.

Para pejabat Iran telah berulang kali menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama AS terus melakukan intervensi di kawasan, terutama memberlakukan blokade laut. Teheran juga menuduh Washington gagal memenuhi ketentuan dalam nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara.

Trump sebelumnya mengklaim bahwa AS memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz dan meyakini akan dapat mempertahankan kendali tersebut. Namun juru bicara komando terpadu militer Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaqari, langsung membantah klaim Trump tersebut.

"Tidak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran," tegasnya.

Simak juga Video: Trump Pindah Pesawat: Kemarin Bilang Gak Ada Ancaman, Sekarang Ada

(rdp/knv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini