China Dorong Pendidikan untuk Membuat Anak Laki-laki Lebih Maskulin

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 15:00 WIB
Sementara China ingin anak laki-laki menjadi tentara, itu bukan ambisi semua orang. (Barcroft Media/Getty Images)
Jakarta -

Sebuah pemberitahuan dari Kementerian Pendidikan China telah menyebabkan kehebohan setelah menyatakan para pemuda di negara itu terlalu "feminin". Pesan tersebut dikritik sebagai pesan seksis oleh banyak pengguna internet - meski beberapa orang juga mengatakan selebritas pria China yang semestinya disalahkan.

Sudah beberapa lama ini, pemerintah China telah mengisyaratkan keprihatinan bahwa panutan-panutan laki-laki paling populer di negara itu tidak lagi merupakan sosok-sosok kuat dan atletis seperti "pahlawan tentara".

Bahkan Presiden Xi Jinping, yang terkenal sebagai seorang penggemar besar sepak bola, telah lama berusaha untuk mengembangkan bintang-bintang olahraga yang lebih baik.

Pekan lalu, Kementerian Pendidikan mengeluarkan pemberitahuan dengan judul yang tidak diragukan lagi tentang tujuannya.

Proposal untuk Mencegah Feminisasi Remaja Laki-Laki meminta sekolah-sekolah untuk sepenuhnya mereformasi pendidikan jasmani dan memperkuat perekrutan guru-guru.

Isi pemberitahuan tersebut menyarankan untuk merekrut mantan atlet dan orang-orang dari latar belakang dunia olahraga - dan "mengembangkan dengan penuh semangat" olahraga tertentu, seperti sepak bola, dengan maksud untuk "mengembangkan maskulinitas siswa-siswa".

Ini adalah dorongan yang jelas di negara di mana media hampir tidak menampilkan apa pun selain selebritas dengan reputasi yang baik dan "bertanggung jawab secara sosial".

Tetapi ada beberapa tanda sebelumnya yang menunjukkan bahwa langkah seperti itu akan datang. Pada Mei lalu, seorang delegasi dari badan penasihat utama China, Si Zefu, mengatakan bahwa banyak pria muda China telah menjadi "lemah, pemalu, dan merendahkan diri".

Ada kecenderungan di antara pemuda China laki-laki menuju "feminisasi", ia mengklaim, yang "pasti akan membahayakan kelangsungan hidup dan perkembangan bangsa China" kecuali jika "diatur secara efektif".

Si Zefu mengatakan sebagian penyebabnya adalah lingkungan rumah, karena sebagian besar anak laki-laki China dibesarkan oleh ibu atau nenek mereka. Dia juga mencatat bahwa peningkatan daya tarik selebritas pria tertentu membuat banyak anak-anak "tidak ingin menjadi 'pahlawan tentara'" lagi.

Jadi, dia menyarankan, sekolah-sekolah harus memainkan peran yang lebih besar dalam memastikan pemuda China mendapatkan pedidikan yang seimbang.

'Apa yang ditakuti laki-laki?'

Sebagian besar reaksi warga China terhadap pemberitahuan tersebut bersifat negatif. Ratusan ribu orang China telah menggunakan media sosial untuk menyuarakan kemarahan mereka dan banyak yang menyebut pesan pemerintah itu seksis.

"Apakah feminisasi sekarang menjadi istilah yang merendahkan?" tulis seorang pengguna Weibo dalam unggahan yang disukai sebanyak 200.000 kali. Pengguna lain menulis: "Anak laki-laki juga manusia... menjadi emosional, pemalu atau lembut, ini adalah karakteristik-karakteristik manusia."

"Apa yang ditakuti terhadap laki-laki? Menjadi sama dengan perempuan?" tanya pengguna lain di media sosial itu.

TF Boys are known as some of China's 'little fresh meats'

Boyband seperti TF Boys sangat populer, tetapi media bertanya apakah mereka adalah panutan yang baik. (VCG/Getty Images)

"Ada 70 juta lebih banyak laki-laki daripada perempuan di negara ini," klaim lainnya. "Tidak ada negara lain di dunia yang memiliki rasio jenis kelamin yang begitu cacat. Bukankah itu cukup maskulin?"

Yang lain berkata: "Tak satu pun dari proposal ini datang dari perempuan."

Mereka mungkin benar dalam hal itu, sebab banyak hal tentang kepemimpinan tertinggi China yang telah ditulis sebenarnya didominasi oleh laki-laki.

Namun, ada sambutan positif terhadap upaya mengubah pendidikan jasmani tersebut dari beberapa pihak di media. Surat kabar Global Times mencatat bahwa langkah itu "mendapat dukungan".

Di platform media sosial Sina Weibo, sejumlah komentar menunjuk pada selebritas pria China yang semestinya disalahkan, sebagian besar adalah mereka yang dikenal sebagai little fresh meat atau "daging muda" ( ). Ini adalah kata kunci yang merujuk pada selebritas laki-laki muda China yang terlihat bersih, rapi, dan memiliki ciri-ciri halus.

Boyband TF Boys dan penyanyi China, Lu Han, termasuk dalam kategori ini, seperti halnya banyak bintang K-pop.

Xi Jinping di Manchester City pada 2015

Presiden Xi, yang dikenal sebagai penggemar sepak bola, mengunjungi stadion Manchester City dalam kunjungannya ke Inggris tahun 2015. (WPA Pool/Getty Images)

Walau sejumlah atlet seperti pemain bola basket Yao Ming menjadi terkenal di luar negeri, perlu dicatat bahwa sepak bola secara khusus termasuk dalam proposal tersebut.

Hal itu seharusnya tidak mengejutkan. Presiden Xi sebelumnya telah berbicara tentang harapannya bahwa negaranya akan menjadi "negara adidaya sepakbola dunia" pada tahun 2050.

Tetapi upaya berulang untuk mencoba dan meningkatkan permainan sepak bola China telah gagal, dan telah dikritik sebagai tugas yang tampaknya mustahil. Ini adalah respons dua tahun lalu ketika Marcello Lippi, yang membawa Italia menjadi juara Piala Dunia FIFA 2006, mengundurkan diri sebagai pelatih tim nasional sepak bola China.

Sementara itu, dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah sedang berupaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan sosok-sosok panutan baru bagi anak muda China.

Bagi kaum perempuan, pandemi Covid-19 telah menjadi peluang yang bagus untuk menunjukkan peran penting mereka sebagai pekerja garda terdepan.

Dan pencapaian China di luar angkasa tahun lalu adalah peluang besar untuk mempromosikan tokoh-tokoh seperti Zhou Chengyu, yang menjadi sensasi viral sebagai komandan luar angkasa berusia 24 tahun.

Tapi seperti yang diisyaratkan Si Zefu tahun lalu, bagi pria muda China, daya tarik menjadi tentara yang kuat dan tak kenal takut, polisi atau petugas pemadam kebakaran, kini semakin memudar.

Fenomena little fresh meat terus terbukti sukses. Namun, selebritas laki-laki muda semakin disoroti dan merasa sulit jika tidak patuh pada sosok yang dianggap sebagai panutan pada umumnya, yaitu seseorang dengan reputasi yang bersih dan tak tercela.

Dalam beberapa tahun terakhir, media menghadapi kesulitan untuk menampilkan bintang muda laki-laki dengan tato atau anting di layar-layar televisi dan film. Dan salah satu bintang pop terkenal China mendapat kritik keras di internet pada tahun 2019 ketika dia difoto sedang merokok.

Tonton juga video 'Investigasi Asal-usul Corona Akan Memakan Waktu Beberapa Tahun':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)