Sengkarut Debat Trump-Biden dan Rencana Kampanye Terbuka Trump

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 16:12 WIB
Reuters
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump telah menyelesaikan perawatan Covid-19 dan dapat kembali ke pertemuan publik akhir pekan ini, menurut dokter kepresidenan.

Dr Sean Conley mengatakan Trump merespons pengobatan dengan "sangat baik" dan kondisinya "tetap stabil".

Trump kemudian mengatakan dirinya mungkin kembali menjalani tes Covid-19 pada Jumat (09/10) dan berharap untuk berkampanye selama akhir pekan.

Presiden AS itu sebelumnya telah menarik diri dari debat di televisi menghadapi capres Demokrat, Joe Biden, pada Kamis (15/10) pekan depan.

Trump mengatakan ia "tidak akan membuang waktu untuk debat virtual" setelah penyelenggara mengatakan debat tersebut harus dilakukan dari jarak jauh karena Trump dinyatakan positif virus corona.

Langkah tersebut memicu perselisihan tentang bagaimana dan kapan perdebatan lebih lanjut akan berlangsung.

Bagaimana kondisi kesehatan terkini Trump?

Dalam memo yang dirilis oleh Gedung Putih pada Kamis (08/10) malam, Dr Conley mengatakan Trump tidak menunjukkan tanda-tanda "yang menunjukkan perkembangan penyakit".

"Sabtu akan menjadi hari ke-10 sejak diagnosis Kamis [lalu], dan berdasarkan proyeksi diagnostik lanjutan yang telah dilakukan tim, saya sepenuhnya mengantisipasi kembalinya presiden dalam pertemuan publik secara aman pada waktu itu," demikian penjelasan tambahan memo itu.

Sebelumnya, Dr Conley mengatakan jika kondisi presiden tetap sama atau membaik sepanjang akhir pekan dan menuju Senin, "kita semua akhirnya akan menarik napas lega".

Berbicara kepada Fox News pada Kamis malam, Trump mengatakan ia merasa "sangat baik" dan berharap untuk mengadakan kampanye pada Sabtu (10/10) malam, mungkin di Florida.

Bagaimana silang pendapat soal debat calon presiden berlangsung?

Berawal ketika Komisi Debat Presiden mengumumkan bahwa kedua capres akan mengikuti debat di Miami pada 15 Oktober "dari lokasi terpisah ... untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua yang terlibat".

Ini membuat marah Trump, yang dalam wawancara telepon dengan Fox Business Channel, mengatakan ia tidak siap untuk "duduk di belakang komputer, konyol".

Biden mengatakan Trump "berubah pikiran setiap detik" dan tim kampanyenya menambahkan bahwa Trump "jelas tidak ingin menghadapi pertanyaan dari para pemilih".

Tim kampanye Trump menjawab balik. Manajer tim kampanye, Bill Stepien, mengatakan keputusan komisi untuk "bergegas membela Joe Biden" adalah "menyedihkan."

Dia menambahkan bahwa alih-alih menggelar debat dengan Biden, Trump akan mengadakan kampanye pada tanggal yang sama.

Tim kampanye Biden kemudian mengusulkan debat dengan metode 'town hall', yang dijadwalkan berlangsung di Miami, sebaiknya diadakan pada 22 Oktober.

Kedua kubu sempat bersepakat, setidaknya pada tanggal tersebut.

Joe Biden

Joe Biden: "Kamu tidak pernah tahu apa yang akan keluar dari mulutnya" (Reuters)

Namun, kubu Trump mengatakan harus ada debat tatap muka ketiga - pada 29 Oktober, alias lima hari sebelum pemungutan suara.

Kubu Biden mengatakan, debat hanya bisa dijadwalkan pada tiga tanggal yang sudah disepakati: 29 September, 15 Oktober, dan 22 Oktober.

Biden memutuskan akan menghadiri acara primetime di stasiun televisi ABC pada 15 Oktober dengan menjawab pertanyaan dari para pemilih.

Seperti apa format debat Biden-Trump selanjutnya, sulit dipastikan.

Debat capres pertama pada 29 September berubah menjadi ajang saling hina dan interupsi. Adapun debat cawapres antara Mike Pence dan Kamala Harris pada Rabu (07/10) malam, terselenggara dengan jauh lebih tertata.

Pemilu AS akan digelar pada 3 November. Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa Biden unggul satu digit di beberapa negara bagian utama AS yang menjadi penentu pemenang pemilu presiden.

Sebanyak enam juta surat suara telah diberikan dalam pemungutan suara awal.

Apa saja yang disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox?

Menanggapi masalah kesehatannya, Trump berkata, "Saya kembali karena saya adalah manusia dengan fisik yang sempurna."

Trump mengatakan ia telah berhenti mengonsumsi sebagian besar "pengobatan" tetapi masih menggunakan steroid dan akan "segera" dites Covid lagi.

Tetapi meskipun dokter mengatakan Trump sekarang tidak memiliki gejala, masih ada pertanyaan tentang kapan presiden pertama kali terinfeksi dan apakah ia masih bisa menularkannya.

Dan meskipun telah diketahui nama orang-orang yang telah berinteraksi dengan presiden dan positif Covid-19, masih belum jelas berapa banyak yang tertular di Gedung Putih. Langkah-langkah keamanan Covid-19 baru sudah diterapkan di sana.

Trump, Covid-19, Pemilu Amerika

Gedung Putih masih berupaya menangani Covid-19 (EPA)

Salah satu petinggi Partai Republik, pemimpin mayoritas Senat, Mitch McConnell, mengatakan pada Kamis (08/10) bahwa ia belum pernah ke Gedung Putih sejak 6 Agustus karena pendekatan Gedung Putih dalam penanganan Covid terkait penjarakan sosial dan penggunaan masker "berbeda dari saya dan apa yang saya sarankan agar kami lakukan di Senat.

Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa "seseorang masuk dan orang-orang terinfeksi" tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sebuah acara pengumuman sosok hakim Mahkamah Agung pilihan Trump dipandang sebagai acara yang kemungkinan menjadi "penyebar super", lantaran beberapa peserta diketahui teruji positif.

(ita/ita)