Apa Korelasi Antara Mengigau, COVID-19, dan Kelompok Manula?

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 14:47 WIB
EPA
London -

Kalangan dokter dan pengasuh perlu mencermati perilaku linglung atau janggal pada manula yang ringkih, karena bisa jadi hal itu merupakan pertanda awal mengidap COVID-19, menurut riset ilmiah sebagaimana diberitakan pada Kamis (1/10) yang diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Internasional.

Walaupun mereka tak mengalami batuk atau demam, orang berusia di atas 65 tahun dengan kondisi ringkih lebih sering mengigau ketika terjangkit COVID-19 dibandingkan mereka yang lebih bugar pada usia sama.

Tapi masih belum jelas mengapa linglung atau mengigau yang ekstrem ini terjadi.

Penelitian tersebut menyarankan para dokter dan perawat memperhatikan hal ini ketika merawat manula di rumah sakit atau panti wreda.

Sejauh ini, tiga gejala utama infeksi virus corona adalah batuk baru yang terus berlanjut, suhu badan di atas 37,8 derajat Celsius, serta perubahan pada indera penciuman dan pengecapan. Sebanyak 85% orang yang positif COVID-19 akan mengalami salah satu gejala tersebut.

Namun, penelitian menunjukkan kelompok-kelompok usia tertentu kemungkinan juga mengalami gejala lain, seperti diare dan muntah pada kelompok anak-anak.

Older patient in hospital

Getty Images

Gejala-gejala

Penelitian King's College London, menganalisa data lebih dari 800 pasien COVID-19 yang berusia 65 tahun ke atas.

Mereka mencakup 322 pasien COVID-19 di rumah sakit, serta 535 orang yang menggunakan aplikasi Penelitian Gejala Covid guna mencatat gejala-gejala yang mereka alami atau membuat laporan kesehatan secara berkala dari teman atau keluarga.

Semuanya menerima hasil tes positif COVID-19.

Para peneliti menemukan bahwa orang-orang lansia di rumah sakit yang dikategorikan ringkih, lebih mungkin mengigau sebagai salah satu gejala COVID-19, dibandingkan dengan orang seusia mereka yang dikategorikan tidak ringkih.

Kata 'ringkih' digunakan oleh dokter untuk menggambarkan orang lanjut usia yang sulit pulih dari penyakit harian dan kecelakaan. Mereka juga lebih sering keluar-masuk rumah sakit ketika mengalami suatu penyakit.

Bagi satu dari lima pasien yang dirawat di rumah sakit karena mengidap COVID-19, mengigau adalah satu-satunya gejala yang mereka alami.

'Perubahan kondisi mental'

Di antara orang-orang berusia 65 tahun ke atas yang menggunakan aplikasi, mengigau lebih sering terjadi pada manula dengan kategori ringkih, dibandingkan dengan pasien COVID-19 pada usia sama namun kondisinya lebih tangguh.

Bagi mereka, kemungkinan mengigau didefinisikan sebagai gejala linglung, disorientasi, dan mudah mengantuk.

Gejala kelelahan dan sesak napas juga kebanyakan dialami oleh manula dengan kategori ringkih.

Dan sepertiga pengguna aplikasi yang mengaku pernah mengalami mengigau, ternyata tidak memiliki gejala umum, yaitu batuk dan demam.

"Manula yang ringkih memiliki risiko lebih besar dari COVID-19 dibandingkan mereka yang lebih bugar, dan hasil penelitian kami menunjukkan bahwa mengigau merupakan gejala utama pada kelompok ini," kata Dr Rose Penfold dari King's College London.

"Dokter dan pengasuh harus mewaspadai setiap perubahan mental pada manula, seperti kondisi linglung atau perilaku janggal, dan waspada bahwa ini bisa jadi sebuah tanda awal dari infeksi virus Corona."

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya melindungi orang-orang yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah, lantaran virus dapat menyebar dengan cepat, dengan tetap memprioritaskan mencuci tangan, menjaga kebersihan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD).

(nvc/nvc)