Foto Viral Jaguar Terluka Jadi Simbol Kehancuran Hutan Brasil

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 11:43 WIB
Foto jaguar yang terluka ini adalah salah satu gambar kebakaran Pantanal yang paling banyak dibagikan (Ailton Lara)
Brasilia -

Kebakaran hutan menghancurkan Pantanal, lahan basah tropis terbesar di dunia, yang membentang di kawasan tengah Brasil hingga ke area di negara-negara tetangga, seperti Bolivia dan Paraguay.

Ini adalah kebakaran terburuk yang melanda kawasan itu dalam beberapa dekade terakhir, dan kerusakan fauna dan flora mengkhawatirkan seluruh dunia.

Di wilayah lahan basah itu, api telah merebak di wilayah seluas lebih dari 29.000 kilometer persegi, menurut pihak berwenang Brasil - atau sekitar lebih dari tiga kali luas kota New York, dan diperkirakan 19% dari total area Pantanal.

Banyak penduduk di wilayah tersebut menghadapi kesulitan keuangan dan kesehatan, dan hewan-hewan, termasuk spesies yang terancam punah seperti jaguar, juga berjuang untuk bertahan hidup dari kobaran api.

Ribuan orang telah membagikan foto-foto tragedi daerah tersebut, tetapi tiga diantaranya menjadi viral di media sosial.

Untuk mendapatkan cerita di balik gambar-gambar ini, BBC berbicara kepada para fotografer.

Seekor jaguar yang jatuh

Gambar yang pertama diambil oleh Ailton Lara, pemilik perusahaan yang mempromosikan perjalanan mengamati binatang di Pantanal.

Diambil pada pekan tanggal 15 September, foto ini menunjukkan seekor jaguar berbaring di Taman Nasional Bagian Encontro das Aguas, cagar alam dengan konsentrasi jaguar tertinggi di dunia.

A rescued jaguar is transported on a boat

Relawan dan agen polisi hutan berusaha menyelamatkan jaguar dan hewan-hewan lain yang terperangkap oleh api (Jaguar Ecological Reserve)

Taman tersebut hampir seluruhnya dilanda api, dan otoritas negara mengatakan bahwa lebih dari 85% dari 108.000 hektare taman telah terbakar.

Lara mengatakan kepada BBC bahwa dia berada di kapal bersama relawan lain yang mencari hewan-hewan terluka yang bisa diselamatkan.

Mereka melihat seekor jaguar jantan saat mendekati kawasan cagar alam.

"Hewan itu berada di dekat air, tetapi setelah kami tiba, ia berjalan sejauh tiga atau empat meter dan pergi ke bawah naungan pohon, di tepi sungai," Lara menjelaskan.

"Kami berhenti di dekatnya sebentar, selalu menjaga jarak dari jaguar itu, menghormati binatang itu."

Lara memotret jaguar itu. Dia mengatakan kepada BBC bahwa jaguar itu mengangkat kakinya ke udara, dan sepertinya tidak bisa menyentuh tanah.

"Biasanya, jaguar meninggalkan bekas jejaknya di tanah. Tapi yang ini telapak kakinya terbakar," tambah pemandu wisata itu.

Lara mengatakan bahwa jaguar itu tampak kesakitan.

"Ia meletakkan kepala di antara cakar-cakar depannya dan berbaring dengan cara yang tidak biasa. Ini menarik perhatian saya," jelasnya.

Sayangnya, orang-orang di kapal tersebut tidak memiliki peralatan untuk menyelamatkan jaguar tersebut.

Aerial view of scorched land showing a dead alligator

Bangkai buaya yang hangus terletak di antara tanah yang terbakar: kebakaran Pantanal adalah yang terburuk sejak pencatatan dimulai (Getty Images)

Lara dan teman-temannya menghubungi dokter hewan yang bekerja di wilayah tersebut, tetapi jaguar itu sudah kembali ke hutan.

"Keesokan harinya, kami kembali ke wilayah yang sama, dan para dokter hewan menemukan jejak kucing itu di abu, tetapi hewan itu sudah tidak ada lagi."

Sejak itu, belum ada kabar tentang jaguar itu.

"Kuharap jaguar ini aman sekarang," kata Lara.

Ada beberapa penampakan lain dari jaguar yang terluka dan mati di Pantanal.

Foto Lara dibagikan secara intens di jejaring sosial - satu tweet-nya mendapat hampir 80.000 suka.

"Saya berharap gambar ini membantu memobilisasi orang untuk melestarikan lingkungan dan peduli terhadap alam," kata pemandu wisata tersebut.

Lahan hangus

A few green trees stand among burnt land in Brazil's Pantanal

Foto oleh Gustavo Figueiroa yang diambil menggunakan drone: "Saya berada di taman ini tahun lalu dan pemandangannya berbeda, karena semuanya hijau," katanya (Gustavo Figueiroa/SOS PANTANAL)

Gambar lain yang menjadi viral juga diambil di Taman Nasional Bagian Encontro das Aguas.

Ahli biologi Gustavo Figueiroa, dari LSM SOS Pantanal Institute, mengambil foto dengan menggunakan drone pada sore hari tanggal 15 September, tak lama setelah dia tiba untuk memantau pergerakan api.

Foto ini secara dramatis menunjukkan skala kehancuran di cagar alam.

"Ketika saya melihat dengan menggunakan kamera drone, itu sangat mengejutkan," kata ahli biologi itu kepada BBC.

"Saya berada di taman itu tahun lalu dan pemandangannya berbeda, karena semuanya hijau."

"Sekarang semuanya abu-abu," tambahnya.

Bagi Figueroa, situasi di taman itu suram.

"Tempat itu menjadi rumah bagi banyak hewan, terutama jaguar. Selain hewan yang mati akibat dampak langsung dari api, ada juga yang bisa terkena dampak secara tidak langsung (karena kekurangan makanan)," keluhnya.

Figueiroa, yang pernah tinggal di Pantanal sebelumnya dan mengunjungi wilayah itu setiap tahun, mengatakan dia hampir tidak percaya apa yang dia lihat melalui kamera drone.

"Saya telah melihat banyak kebakaran di Pantanal pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi tidak seperti sekarang. Benar-benar memilukan," katanya.

Gambar yang diambil oleh ahli biologi itu menimbulkan keributan di media sosial. Salah satu postingannya yang paling populer mendapatkan lebih dari 160.000 reaksi di Facebook - kebanyakan emoji wajah sedih.

Awak perahu dan 'sungai yang terbakar'

A man on his boat can be seen in the darkness caused by the wildfires

Foto Bruna Obadowski tentang "Tiao", pemandu perahu yang mata pencahariannya bergantung pada memancing dan membawa turis naik kapal menelusuri sungai Pantanal, juga menjadi viral (Bruna Obadowski/A Lente)

Foto seorang pria di atas perahu dengan latar belakang api besar juga banyak dibagikan di media sosial.

Momen tersebut ditangkap oleh jurnalis dan fotografer Bruna Obadowski pada 5 September.

Pria yang dikenal sebagai Tiao, telah bekerja selama bertahun-tahun di wilayah tersebut, membawa turis dengan kapalnya.

"Dia sudah tidak bekerja selama lebih dari tiga bulan. Tiao merasa sedih dengan situasi saat ini," kata Obadowski.

Wartawan itu dibawa oleh awak perahu untuk melihat kehancuran dari dekat.

"Dia mengatakan bahwa situasinya sangat serius dan dia bersikeras untuk membawa kami naik perahu," kenangnya.

"Sampai saat itu, saya belum melihat skala kebakaran."

Tweet gambar ini oleh penyanyi-penulis lagu Brasil Luan Santana berbunyi: "Sebagai orang yang dibesarkan di Pantanal, hati saya sakit ketika saya melihat gambar seperti ini - pemerintah perlu bertindak. Kebakaran hutan telah mencapai wilayah dengan konsentrasi jaguar terbesar di dunia. Pantanal menangis minta tolong. "

Wartawan tersebut mengatakan bahwa Tiao menunjukkan daerah yang paling terkena dampak kebakaran di tepi sungai Sao Lourenco.

"Sungai, perahu, dan turis adalah mata pencahariannya."

Obadowski mengatakan bahwa awalnya dia tidak berencana untuk memotret Tiao. Namun, dia segera berubah pikiran.

"Saya menemukan ceritanya sangat berdampak, jadi, saya mulai mengambil foto."

Gambar pemandu perahu itu menerima lebih dari 10.000 suka dalam sebuah unggahan di Twitter oleh penyanyi terkenal Brasil Luan Santana.

(nvc/nvc)