Corona Muncul Lagi, Selandia Baru Kembali Lockdown Kota Auckland

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 15:17 WIB
Jakarta -

Clients enjoy drinks and table service at a bar in Auckland

Aturan pembatasan sosial di Selandia Baru dicabut setelah negara itu mengumumkan sudah berhasil mengendalikan virus. (Getty Images)

Selandia Baru kembali menerapkan karantina wilayah pada kota terbesarnya setelah terdapat empat kasus baru Covid-19, mengakhiri 102 hari berturut-turut tanpa penularan lokal di negara itu.

Karantina wilayah selama tiga hari dengan cepat diberlakukan di Auckland setelah kasus-kasus baru dikonfirmasi.

Empat kasus baru semuanya berasal dari satu keluarga. Tidak ada yang bepergian baru-baru ini.

Aturan karantina akan mulai berlaku pada Rabu (12/08) dan pihak berwenang kini berusaha melacak kontak keluarga tersebut.

Penduduk Auckland akan diminta untuk tinggal di rumah, pertemuan besar akan dilarang, bisnis yang tidak penting akan ditutup, dan pembatasan jarak sosial akan diberlakukan kembali di seluruh negeri.

Perdana Menteri Jacinda Ardern juga menunda pembubaran parlemen, menyusul kasus Covid-19 terbaru.

New Zealand Prime Minister Jacinda Ardern speaks during a press conference

PM Selandia Baru Jacinda Ardern membatalkan pembubaran parlemen. (Reuters)

Pembubaran parlemen, proses yang harus dijalankan untuk pemilihan umum, kini ditunda hingga Senin (17/08).

Ardern mengatakan belum ada keputusan yang dibuatnya terkait penundaan pemilihan - yang semula dijadwalkan pada 19 September.

"Kita punya waktu untuk mengatasinya," katanya, menurut laporan TVNZ.

Selandia Baru bernasib lebih baik daripada negara lain. Negara itu mencatat 1.220 kasus positif Covid-19 dengan 22 kematian sejak virus itu tiba pada akhir Februari.

Sebelum Selasa (11/08), Selandia Baru telah melewati 102 hari tanpa mencatat penularan lokal Covid-19, salah satu dari sedikit negara yang mencapai tonggak sejarah seperti itu.

Sebanyak 22 kasus aktif Covid-19 yang ada sebelum pengumuman Selasa lalu terjadi di antara para pelancong yang kembali ke negara itu dan dikarantina di fasilitas isolasi.

Selandia Baru dipuji secara internasional terkait cara mereka menangani pandemi.

Pemerintah negara itu telah mencabut hampir semua aturan karantina wilayah, yang pertama kali diberlakukan pada bulan Maret.

Karantina wilayah dini, pembatasan di perbatasan yang ketat, pesan kesehatan yang efektif, dan program uji-dan-pelacakan yang agresif semuanya dianggap berhasil menghilangkan virus di negara itu.

Namun, seiring dengan meningkatnya infeksi di seluruh dunia, melebihi 20 juta secara global pada hari Selasa, pejabat Selandia Baru telah memperingatkan warga agar tidak berpuas diri.

Ardern mengatakan negara itu perlu bekerja keras dan bergerak lebih awal untuk membasmi virus saat ia mengumumkan karantina wilayah.

Auckland - kota berpenduduk sekitar 1,6 juta orang - akan beralih ke pembatasan level tiga mulai pukul 12:00 waktu setempat pada Rabu (12/08) sebagai "pencegahan", katanya.

Ardern mengatakan seluruh negeri akan masuk ke level dua dari sistem peringatan 4 tingkat Selandia Baru untuk melawan Covid-19.

"Ini adalah sesuatu yang telah kami persiapkan," kata Ardern pada konferensi pers.

"Kita sudah melewati 102 hari dan mudah untuk merasa bahwa Selandia Baru sudah keluar dari bahaya. Tidak ada negara yang melangkah sejauh yang telah kita lakukan, tanpa mengalami kebangkitan kasus. Dan karena kita adalah satu-satunya, kita harus membuat rencana dan kita telah memiliki rencana," katanya.

Direktur Jenderal Kesehatan, Dr Ashley Bloomfield, mengatakan setidaknya tiga hari karantina wilayah diperlukan di Auckland untuk melacak sumber kasus baru.

"Kami mengharapkan untuk menemukan kasus lain," kata Dr Bloomfield. "Kami ingin menemukan kasus lain itu secepat mungkin dan mengidentifikasi dan mengisolasi kontak yang terkait dengan kasus positif."

Shoppers wait to enter a supermarket in the suburb of Johnsonville in Wellington

Warga mengantre di supermarket setelah aturan karantina wilayah diumumkan kembali. (Getty Images)

Michael Baker, profesor Kesehatan Masyarakat di Universitas Otago, mengatakan kepada program Newsnight BBC bahwa bahkan dengan strategi paling sukses dalam menangani wabah virus corona "satu hal yang harus Anda rencanakan adalah kemunduran yang dapat terjadi".

"Saya pikir Selandia Baru akan berhasil dan memberantas virus," tambahnya.

Untuk mengantisipasi serbuan ke supermarket sebelum karantina wilayah, Ardern dan walikota Auckland, Phil Goff, menyerukan masyarakat untuk tenang dan mengatakan mereka tidak perlu panik untuk membeli barang.

Meski begitu, kerumunan besar pembeli sudah terlihat mengantre di supermarket pada Selasa (11/08) malam.

Satu video yang diposting ke media sosial menunjukkan pelanggan mengalir melalui pintu supermarket meski penjaga keamanan mencoba mencegah mereka masuk.

https://twitter.com/MattManukiaTVNZ/status/1293143807198822400

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuji Selandia Baru sebagai panutan karena telah "berhasil menghilangkan penularan virus dalam komunitas".

Namun, ada juga negara-negara lain yang telah menekan virus, tapi harus berhadapan lagi dengan kasus yang meningkat setelah aturan karantina wilayah yang merusak ekonomi dilonggarkan.

Vietnam menjalani 99 hari tanpa penularan komunitas hingga Juli, ketika seorang pria berusia 57 tahun di Da Nang dinyatakan positif terkena virus.

Pada akhir Juli, Da Nang menjadi episentrum wabah virus corona baru, yang menyebabkan kematian akibat Covid-19 pertama di negara itu sejak pandemi dimulai.

Australia juga telah menyaksikan kebangkitan Covid-19 di beberapa negara bagian, termasuk New South Wales dan Victoria, dan kini aturan karantina wilayah ketat kembali diberlakukan.

(ita/ita)