Ilmuwan Selandia Baru Ciptakan Sistem Peringatan 16 Jam Sebelum Erupsi

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 17:30 WIB
Gunung di White Island meletus tahun lalu ketika sedang dikunjungi sekelompok wisatawan (Getty Images)
Jakarta -

Para ilmuwan Selandia Baru menciptakan sistem pelacakan gunung api yang mereka sebut bisa memberi peringatan sebelum erupsi mematikan terjadi.

Sebanyak 20 orang meninggal ketika salah satu gunung api aktif di negara itu, Whakaari, yang terletak di White Island, tiba-tiba erupsi pada Desember silam saat dikunjungi oleh sekelompok wisatawan.

Sistem baru ini menggunakan mesin algoritma yang menganalisis data real-time untuk memprediksi erupsi di masa depan.

Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications last week. pekan lalu.

Salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam proyek ini, Shane Cronin dari Universitas Auckland mengatakan kepada BBC bahwa sistem yang ada saat ini "sangat lambat menyediakan peringatan bagi orang-orang di pulau itu".

"Sistem yang ada saat ini mengumpulkan data real-time, namun kecenderungan yang terjadi, informasi ini harus diperiksa sebuah panel dan itu harus melalui proses oleh para ahli... itu butuh waktu lebih lama," ujarnya.

"Cara kita menyediakan peringatan tentang erupsi gunung masih cukup bagus sepuluh tahun lalu, namun kini berubah seiring dengan waktu."

'Kami harus mengerjakan ini sekarang'

Sistem peringatan baru yang otomatis ini mendapat data yang dikumpulkan selama sembilan tahun terakhir dari White Island. Dari data itu didapat pola yang mengindikasikan erupsi kemungkinan akan terjadi.

Sistem itu berhasil memprediksi empat dari lima erupsi yang terjadi di White Island - satu erupsi luput karena memiliki "prekursor" yang berbeda.

"Satu letusan merupakan tipe berbeda yang tidak melibatkan magma, hanya erupsi dari sistem dangkal dan yang memiliki jenis sinyal prekursor yang berbeda," kata Cronin.

"Jadi saat ini, kami dapat mengidentifikasi jenis erupsi normal utama dan kami hanya mencoba untuk mengerjakan model kedua [yang melibatkan erupsi permukaan dangkal]."

Menurut Cronin, penelitian sistem baru ini telah dimulai sebelum erupsi White Island, namun "saat erupsi terjadi itu benar-benar mendorong kami bekerja cepat. Kami seperti - kami merasa harus mengerjakan ini sekarang".

Mereka berkata jika sistem ini telah beroperasi pada Desember silam, itu bisa memperingatkan pihak berwenang hingga 16 jam sebelum erupsi terjadi.

Terlepas dari aktivitas seismik yang terjadi beberapa pekan sebelumnya, erupsi White Island yang tiba-tiba dan dramatis telah membuat semua, termasuk pihak berwenang, terkejut.

Badan pemantau gunung api Selandia Baru, GNS Science, mengatakan sistem ini bisa menjadi "tambahan yang berpotensi berguna" bagi sistem mereka, namun mereka mewanti-wanti bahwa sistem ini pun memiliki keterbatasan.

"Sama seperti teknik lain yang tengah dikembangkan, ini memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi," ujar Nico Fournier kepada surat kabar NZ Herald.

Akan tetapi, Fournier mengungkapkan bahwa teknik ini telah "ditambahkan ke beberapa dataset dan analisis yang secara rutin kita lihat".

Ilmuwan lain yang terlibat dalam penelitian, Dr David Dempsey juga mengakui bahwa sistem "bukan tanpa peringatan".

"Sistem ini tidak 100% untuk menangkap setiap letusan di masa depan," katanya kepada BBC News.

"Ketika sistem itu meningkatkan peringatan untuk aktivitas mencurigakan, itu tidak menjamin bahwa akan terjadi erupsi. Namun, ini merupakan peningkatan dari sistem saat ini yang tidak memberikan peringatan jangka pendek."

Sudah pernah menyimak saluran YouTube BBC Indonesia? Silakan berlangganan

https://www.youtube.com/watch?v=UFSg66hbnTA&feature=youtu.be

https://www.youtube.com/watch?v=R_NXnQYSa_E&feature=youtu.be

https://www.youtube.com/watch?v=EJb082dBR1s&feature=youtu.be

(ita/ita)