Geger Kasus George Floyd, Ini 3 Perlakuan Tak Adil pada Warga Kulit Hitam AS

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 18:10 WIB
Getty Images
Washington -

Kekerasan dan aksi protes besar terjadi di kota-kota di Amerika Serikat menyusul kematian warga kulit hitam George Floyd, setelah ia secara ditahan oleh polisi di Minneapolis.

Suara yang beredar adalah adanya perlakuan tidak adil terhadap warga Afrika-Amerika secara kelembagaan, dan bukan semata karena oknum polisi.

BBC memeriksa data terkait hukum dan kriminalitas di Amerika Serikat untuk melihat pengalaman warga Afrika-Amerika di negeri itu, terkait keadilan, hukum dan ketertiban umum.

1. Warga kulit hitam lebih sering menjadi korban tembak hingga tewas

Chart showing shootings by race and population percentage by raceBBC

Statistik yang tersedia terkait kejadian penembakan sampai mati oleh polisi memperlihatkan bahwa warga Afrika-Amerika lebih besar kemungkinannya ditembak mati, terutama ketika dibandingkan dengan jumlah populasi mereka secara keseluruhan di AS.

Faktanya, pada tahun 2019, sekalipun persentase warga Afrika-Amerika merupakan 14% dari keseluruhan populasi (menurut sensus resmi), jumlah mereka yang mati ditembak polisi lebih dari 23% dari 1.000 kematian yang disebabkan oleh tembakan polisi.

Dan angka ini relatif konsisten sejak tahun 2017, sedangkan angkanya pada populasi kulit putih justru menurun.

2. Warga kulit hitam lebih sering ditangkap untuk penyalahgunaan narkoba

Warga kulit hitam lebih sering ditangkap karena penyalahgunaan narkoba daripada warga kulit putih, meskipun survei menunjukkan penggunaan narkoba pada tingkat yang sama.

Drug abuse arrests by race. . Hispanics are not counted separately. Others is Asian, American-Indian, Hawaiin or Pacific islanders..

Di tahun 2018, sekitar 750 untuk setiap 100.000 warga Afrika-Amerika ditahan karena alasan penyalahgunaan obat-obatan.

Pada warga kulit putih, angka ini adalah 350 untuk setiap 100.000 warga kulit putih Amerika.

Sementara itu, survei nasional penggunaan obat-obatan terlarang dan narkoba memperlihatkan pemakaian oleh warga kulit putih sama, tetapi warga Afrika-Amerika lebih banyak ditangkap.

Misalnya, kajian dari menemukan bahwa warga Afrika-Amerika 3,7 kali lebih besar kemungkinannya ditahan karena kepemilikan ganja dibandingkan dengan warga kulit putih, sekalipun rata-rata penggunaan ganja untuk kedua kategori sama.

3. Lebih banyak warga kulit hitam dipenjara

Warga Afrika-Amerika ditahan lima kali lebih banyak daripada warga kulit putih dan dua kali lebih banyak daripada warga Hispanik-Amerika, menurut data paling baru.

Tahun 2018, warga Afrika-Amerika menghuni 13% dari total penduduk Amerika Serikat, tapi jumlah hampir sepertiga penghuni penjara adalah warga Afrika-Amerika.

Sementara itu, warga kulit putih Amerika juga merupakan 30% penghuni penjara, tetapi persentase populasi mereka adalah 60% jumlah total penduduk AS.

Ini berarti, ada lebih dari 1.000 orang dipenjara dari setiap 100.000 warga Afrika-Amerika, bandingkan dengan 200 orang warga kulit putih di dalam penjara, untuk setiap 100.000 warga kulit putih.

Prison population per 100,000 people by race. . .

Penghuni penjara AS didefinisikan sebagai narapidana yang dihukum lebih dari satu tahun penjara di penjara federal atau penjara negara.

Angka pemenjaraan untuk warga Afrika-Amerika memang turun dalam dekade lalu, tetapi angkanya masih lebih besar daripada ras lainnya.

(ita/ita)