Cerita Karantina Keluarga dengan 13 Anak yang Ayahnya Positif Corona

BBC Magazine - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2020 08:33 WIB
Jakarta -

Ketika karantina wilayah pertama kali diumumkan, Roy dan Emma menerapkan aturan ketat kepada anak-anak mereka dan mengatur kegiatan keluarga di rumah di tengah pandemi Covid-19.

Keluarga Roy dan Emma Hann dari Dundee ini dikenal sebagai salah satu keluarga paling besar di Skotlandia - karena 10 dari 13 anak-anak mereka tinggal di rumah.

Keluarga ini berupaya menciptakan keteraturan di rumah namun pertengkaran tak terhindari karena banyaknya anggota keluarga dengan kepentingan yang berbeda.

Pertengkaran keluarga mereda begitu mereka mengetahui sang ayah, Roy positif terkena Covid-19, berdasarkan tes yang dilakukan Kamis (23/04) lalu.

"Setelah beberapa hari bekerja, saya terkena Covid-19 ringan, kata Roy yang bekerja sebagai perawat di Ninewells Hospital. "Saya sangat terkejut ketika hasil tes menyatakan saya positif.

"Saya memang menangani begitu banyak pasien Covid, tetapi saya memakai peralatan pelindung dan sangat proaktif melakukan tes di Tayside sehingga kami sekarang dikelompokkan dalam daerah bahaya.

Perlu 50 kotak susu dan 21 papan roti seminggu

Keluarga Hann sekarang melakukan karantina 14 hari dan Roy sendiri mengisolasi diri di kamar tersendiri selama tujuh hari.

Pria berumur 50 tahun ini menderita diabetes tipe-2, tetapi dia mengatakan pada umumnya dia tetap merasa "sangat sehat.

Dia berharap kembali sehat dan segera kembali dapat memberikan pelayanan kesehatan di garis depan untuk mengatasi wabah.

"Kehidupan saya sebenarnya tidak begitu berubah, kecuali bahwa saya menjadi lebih sering bertemu anak-anak, katanya.

"Saya sebenarnya bersyukur menjadi penderita, ini membuat saya lebih memiliki keyakinan diri untuk kembali bekerja.

"Anggota keluarga kami begitu banyak, sehingga kami bergurau dengan menyebutkan kami dapat membentuk kekebalan kelompok.

Karena Roy ada di rumah sepanjang hari, kehidupan rumah tangga menjadi lebih mudah dikendalikan Emma, istrinya yang juga memiliki kafe. Tetapi ini bukan berarti tidak ada masalah.

Umur anak-anak keluarga Hann ini berkisar dari lima sampai 28 tahun. Keluarga ini perlu sekitar 50 kotak susu, 21 papan roti dan lima kotak besar bubur sereal setiap minggu.

Sekarang dengan diterapkannya jarak sosial di supermarket dan pembatasan produk, membeli makanan menjadi semakin sulit.

"Kenyataan bahwa kami sebuah keluarga besar membuat panduan jarak sosial menjadi masalah bagi kami, kata Emma.

"Di toko, kami hanya diizinkan membeli tiga buah dari satu jenis barang, sehingga kami harus lebih sering ke toko. Yang berarti kami lebih rentan terpapar Covid-19. Ini adalah keadaan yang membuat saya khawatir.

Karena pekerjaannya terhenti, Emma lebih dapat memusatkan perhatian dalam menjaga anak-anak. Dia sebenarnya memang sudah cukup berpengalaman selama 28 tahun, tetapi tekanan kehidupan di bawah karantina wilayah membuatnya kewalahan.

Dia mengatakan: "Saya menangis...saya merasa tidak sanggup lagi, rasanya terlalu berat."

"Anehnya, keesokan paginya ketika saya memberitahukan anggota keluarga terkait keadaan Roy, mereka memang sempat terkejut sebentar tetapi dalam beberapa hari terakhir semuanya lebih terasa ringan karena kami menjalaninya bersama.

virus coronaBBC

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia

VAKSIN: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia?

Karena kebersamaan yang muncul kembali, sekarang hampir setiap malam keluarga Hann kembali bermain bola basket di halaman belakang, kenikmatan yang mereka rasakan di tengah pandemi ini.

"Kami sangat beruntung, kata Emma. "Kami sangat sadar bahwa kami memiliki halaman. Kami sudah pernah tinggal di flat saat kami baru memiliki lima anak. Tidak terbayang jika kami tinggal di apartemen sekarang.

"Pada mulanya, saya pikir awalnya kami harus punya jadwal teratur, tetapi kenyataannya berbeda."

"Anak laki-laki saya yang berumur 14 tahun menghabiskan sebagian besar waktunya bermain X-box, sementara anak perempuan saya bangun jam enam pagi dan bekerja dari rumah pada mulanya saya tidak menyukainya, tetapi sebenarnya lebih mudah kami makan secara bergantian."

"Lebih baik fleksibel, kita hanya perlu melakukan apa yang memang mampu kita lakukan.

(ita/ita)