detikNews
Jumat 31 Mei 2019, 16:43 WIB

Perseteruan Diplomatik, Filipina Kirim Balik Berton-ton Sampah ke Kanada

BBC World - detikNews
Perseteruan Diplomatik, Filipina Kirim Balik Berton-ton Sampah ke Kanada Sejumlah demonstran berunjuk rasa di depan Kedutaan Kanada di Manila, menuntut pemerintah Kanada mengambil kembali sampah-sampah yang pernah dikirimkan ke Filipina beberapa tahun lalu. (EPA)
Ottawa - Filipina mengirimberton-ton sampah kembali ke Kanada, setelah kedua negara terlibat perseteruan diplomatik yang ditandai oleh ancaman Presiden RodrigoDuterte bahwa dirinya akan "berlayar ke Kanada dan membuang sampah mereka di sana".

Sebanyak 69 kontainer berisi sampah dilaporkan telah dikirim menggunakan kapal kargo yang bertolak dari Subic Bay, sebelah utara Manila.

Menteri Luar Negeri Filipina, Teddy Locsin Jr, yang dikenal gemar mencuit dengan gaya heboh, mengunggah foto dan video saat kapal itu meninggalkan pelabuhan.

https://twitter.com/teddyboylocsin/status/1134252576063381505

Sekitar 1.500 ton sampah tersebut dikapalkan ke Kota Vancouver, Kanada, yang dijadwalkan tiba sebelum akhir Juni. Di sana, sampah-sampah itu akan dimasukkan ke fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

"Ini adalah contoh kejadian bahwa kami akan mematuhi kewajiban internasional mengenai penanganan sampah yang berasal dari Kanada," kata Sean Fraser, sekretaris menteri lingkungan Kanada kepada BBC.

Menurutnya, Kanada telah bergerak cepat dalam beberapa pekan terakhir untuk menangani masalah ini, yang telah mengalami tarik-ulur selama bertahun-tahun.

kapal Kontainer-kontainer berisi sampah dari Kanada disemprot sebelum dikirim menggunakan kapal. (BBC)

Filipina mengklaim sampah-sampah itu diberi label daur ulang plastik ketika dikirim ke Manila pada 2014.

Setelah berunding, akhirnya Kanada sepakat menanggung seluruh biaya pengiriman balik sampah-sampah tersebut dan pembuangannya.

Sejumlah negara di Asia Tenggara menyeru kepada negara-negara Barat untuk mengambil kembali sampah yang mereka kirimkan. Negara-negara Asia Tenggara itu berdalih sampah itu datang karena diimpor secara ilegal.

Jumlah sampah yang dikirimkan negara-negara Barat mengemuka setelah China, yang mengimpor sampah dari luar negeri selama bertahun-tahun, menerapkan larangan "sampah asing".

Konsekuensinya, sampah-sampah yang kadang kala dilabeli sebagai sampah daur ulang, dikirim ke negara berkembang lainnya. Kini, negara-negara itu justru mulai turut mengembalikannya ke negara asal.

Bagaimana perseteruan bermula?

Para pejabat Filipina pertama kali mengungkit topik sampah dengan Kanada pada 2014. Kala itu, mereka beralasan kontainer-kontainer berisi sampah dengan label yang salah telah dikirim ke Filipina antara 2013 dan 2014.

Mereka mengklaim kontainer-kontainer yang tiba di Pelabuhan Kontainer Internasional Manila itu dilabeli plastik daur ulang, nyatanya menampung berton-ton sampah rumah tangga.

Pada 2016, pengadilan di Filipina memerintahkan sampah-sampah tersebut dikirim kembali ke Kanada dengan seluruh biaya ditanggung importir.

Pada tahun yang sama, Kanada mengamandemen aturan-aturan di dalam negeri mengenai pengiriman limbah berbahaya guna mencegah kejadian serupa terulang.

Awal bulan ini, Manila menarik duta besarnya dari Ottawa setelah Kanada tidak kunjung mengambil sampah-sampahnya di Filipina pada tenggat 15 Mei.

Kanada kemudian menyatakan akan memulai persiapan untuk mengambil sampah-sampah itu.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com