DetikNews
Jumat 15 Februari 2019, 09:57 WIB

Bom Kashmir Tewaskan 40 Polisi, India Salahkan Milisi di Pakistan

BBC World - detikNews
Bom Kashmir Tewaskan 40 Polisi, India Salahkan Milisi di Pakistan Aparat India berjaga-jaga di sekitar lokasi ledakan. (EPA)
New Delhi - Pemerintah India menyerukan penjatuhan sanksi internasional terhadap pemimpin kelompok milisi di Pakistan yang dituduh berada di balik serangan bunuh diri di Kashmir yang menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter.

Dalam pernyataan resmi, India mendesak agar PBB mengategorikan Masood Azhar selaku pemimpin kelompok Jaish-e- Mohammad sebagai teroris.

Menteri Dalam Negeri, Rajnath Singh, mengatakan Jaish-e-Mohammad "berbasis di Pakistan dan disokong Pakistan".

Pakistan menyatakan sangat prihatin dengan peristiwa itu namun membantah "anggapan elemen-elemen media India dan pemerintah yang mengaitkan serangan itu dengan Pakistan tanpa investigasi".

Kecaman atas insiden tersebut mengalir dari Perdana Menteri India, Narendra Modi, Amerika Serikat, hingga Sekretaris Jenderal PBB.

https://twitter.com/narendramodi/status/1096035566670565376

Apa yang terjadi?

Ledakan terjadi di jalan tol yang menghubungkan Srinagar-Jammu, sekitar 20 kilometer dari Kota Srinagar di wilayah Kashmir yang dikendalikan India.

Berbagai laporan media India menyebutkan peristiwa bermula pada pukul 15.15 waktu setempat, ketika sebuah mobil yang membawa bahan peledak seberat 300-350 kilogram menghantam iring-iringan 70 kendaraan yang mengangkut 2.500 serdadu ke Lembah Kashmir.

"Kendaraan itu menyalip konvoi dan menghantam sebuah bus yang mengangkut 44 personel," ujar seorang petinggi kepolisian kepada wartawan BBC Urdu, Riyaz Masroor.

Sang pejabat mengatakan jumlah korban meninggal dunia mengingat puluhan lainnya menderita "luka kritis".

Insiden itu adalah serangan terparah terhadap aparat keamanan India di Kashmir sejak pemberontakan melawan kekuasaan India terjadi pada 1989.

Baik India maupun Pakistan mengklaim Kashmir yang dihuni mayoritas penduduk Muslim merupakan wilayah mereka. Hingga kini masing-masing negara mengendalikan sebagian wilayah Kashmir.

KashmirInsiden itu adalah serangan terparah terhadap aparat keamanan India di Kashmir sejak pemberontakan melawan kekuasaan India terjadi pada 1989. (EPA)


Apa latar belakangnya?

Sejak 1989 telah terjadi sedikitnya 10 serangan bunuh diri, namun insiden terkini adalah serangan bunuh diri kedua yang menggunakan mobil.

Sebelum peristiwa ini, serangan terparah terhadap aparat keamanan India di Kashmir pada abad ini berlangsung pada 2002, ketika anggota kelompok milisi membunuh sedikitnya 31 orang di pangkalan militer di Kaluchak dekat Jammu.

Sebagian besar korban merupakan warga sipil kerabat para serdadu.

Kemudian pada 2016, setidaknya 19 serdadu India tewas tatkala kelompok milisi menyerang pangkalan militer mereka di Uri. India menyalahkan Pakistan atas serangan itu, sedangkan Pakistan membantah terlibat.

Kejadian terkini juga mengemuka menyusul aksi militer India yang menewaskan anggota milisi tersohor, Burhan Wani, pada 2016.

Tahun lalu, lebih dari 500 orang tewas terbunuh, mencakup warga sipil, aparat keamanan, dan anggota milisi. Jumlah itu adalah yang terbanyak sepanjang 10 tahun terakhir.

mapBBC


SiapakahJaish-e-Mohammad?

Sejak didirikan ulama Masood Azhar pada 2000, kelompok ini dituding berada di balik rangkaian insiden kekerasan di wilayah India, termasuk serangan ke gedung parlemen India pada 2001 yang nyaris memicu perang antara India dan Pakistan.

Kelompok ini juga disebut mengenalkan bom bunuh diri di Kashmir. Kejadian pertama berlangsung pada 2000.

Atas dasar itu, pemerintah India, Inggris, Amerika Serikat, dan PBB mengategorikan Jaish-e-Mohammad sebagai organisasi "teroris". Pemerintah Pakistan pun telah melarang keberadaannya sejak 2002.

Akan tetapi, keberadaan Masood Azhar tidak diketahui hingga saat ini. Dia dilaporkan bermarkas di kawasan Bahawalpur di Provinsi Punjab, Pakistan.

Upaya India mengategorikan Masood Azhar sebagai teroris di PBB diblokir Cina, sekutu Pakistan.

Langkah India yang menuntut ekstradisi Masood Azhar dari Pakistan juga ditolak Islamabad, karena alasan tidak cukup bukti.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed