Hal ini dilakukan pemerintahan Perdana Menteri Imran Khan setelah ditekan kelompok-kelompok Islam dan sejumlah partai oposisi.
Menteri Penerangan mengatakan Atif Mian - yang juga mengajar di Princeton University, Amerika Serikat - diminta mundur dari dewan penasihat agar tidak terjadi perpecahan.
- Berhaji di bawah ancaman deportasi
- Kehidupan Ahmadiyah di Pakistan
- Pengungsi Ahmadiyah: Diculik dan dapat suaka di Inggris, diusir dari desa dan mengungsi di Indonesia
Padahal beberapa hari sebelumnya, sejumlah pejabat di kementerian tersebut sempat membela penunjukan ini.
"Pemerintah memutuskan untuk menarik pencalonan Atif Mian di dewan penasihat ekonomi," tulis Menteri Penerangan Fawad Chaudhry pada akun resminya di Twitter seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Dia menambahkan pemerintah ingin bekerja sama dengan semua kelompok masyarakat, termasuk dengan ulama Islam.
Anggota Ahmadiyah dianggap menyimpang oleh kebanyakan warga Pakistan dan mereka menghadapi diskriminasi yang meluas.
Penghujatan agama dipandang sebagai masalah serius di Pakistan dan jika terbukti bersalah akan dihukum, termasuk hukuman mati.
Negara tidak pernah menghukum penghujat, tetapi tuduhan menghina Islam dapat memicu hukuman mati yang dilakukan masyarakat, pembunuhan milisi dan unjuk rasa besar-besaran.
- Lomba kartun Nabi Muhammad di Belanda dibatalkan setelah dikecam Indonesia dan Pakistan
- Imran Khan, dari playboy menjadi politisi dan PM Pakistan
- Malala: Perempuan korban Taliban itu 'mudik' ke Pakistan untuk pertama kali
Sejumlah pihak mengkhawatirkan pandangan PM Khan yang sangat mendukung undang-undang penghinaan agama saat melakukan kampanye pemilu.
Bulan Agustus, pemerintahannya mengecam keras rencana politikus Belanda Geert Wilders menggelar perlombaan karikatur Nabi Muhammad.
Saat itu sejumlah kelompok berhaluan Islam berunjuk rasa mendesak Pakistan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Belanda.
(ita/ita)










































